SketsaNusantara.id - Ganjar Pranowo belum lama ini ikut menyoroti kondisi nilai tukar rupiah yang terus melemah hingga nyaris menyentuh Rp17.900 per dolar Amerika (USD).
Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, mantan Gubernur Jawa Tengah itu membagikan tangkapan layar yang menunjukkan nilai tukar rupiah berada di angka Rp17.845,60 per USD.
Angka tersebut kemudian menjadi perhatian karena dianggap bertepatan dengan tanggal bersejarah Hari Kemerdekaan Indonesia, yakni 17 Agustus 1945.
"Selamat berbuka puasa untuk saudara-saudara yang menjalani. Angka (nilai tukar rupiah terhadap dolar) ini mungkin cuma kebetulan saja (menyerupai tanggal kemerdekaan Indonesia)," tulis Ganjar, dikutip SketsaNusantara.id dari unggahan akun Instagram @ganjar_pranowo, pada hari Selasa, 26 Mei 2026.
"Tepat tanggal 26 Mei pukul 17.39, USD menyentuh angka bersejarah bagi Indonesia yaitu tembus Rp17.845," imbuhnya.
Tak hanya itu, dalam slide berikutnya, Ganjar juga menyoroti artikel yang membahas dampak melemahnya rupiah yang beresiko pada perekonomian. Salah satunya adalah meningkatnya angka PHK (pemutusan hubungan kerja) Industri seperti yang dirasakan masyarakat sejak tahun 2025 lalu.
Unggahan tersebut langsung ramai diperbincangkan publik dan dibanjiri beragam komentar dari warganet. Banyak netizen mengaku khawatir dengan kondisi ekonomi di tengah rupiah yang terus tertekan.
Sebagian warganet bahkan mengungkit janji kampanye pasangan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka pada Pilpres 2024 lalu, yang jauh dari harapan publik.
"Bukannya tercapai 19 juta lapangan kerja, tapi 1 dollar tembus Rp19.000," tulis salah satu warganet.
Tak sedikit pula masyarakat yang mengeluhkan harga kebutuhan pokok yang dinilai makin mahal di pasaran.
"Dolar sudah Rp17.845, pripun (bagaimana) ini? Indonesia merdeka tapi harga sembako mahal, mau belanja beli beras dan minyak goreng harganya naik, gaji tetap segitu-gitu aja. Mumet nih pak," komentar warganet lainnya.
Ada pula netizen yang menilai pelemahan rupiah berkaitan dengan menurunnya kepercayaan investor terhadap kondisi ekonomi nasional dan kebijakan pemerintah.