news

Viral Jam di Ponsel Warga Ternate Mundur Satu Jam, Berikut Penjelasan Resminya dari BMKG

Sabtu, 23 Mei 2026 | 11:30 WIB
Ilustrasi. Penampakan jam tangan warga Ternate yg mundur seja (patek.com )

SketsaNusantara.id - Fenomena tidak biasa terjadi di wilayah Ternate pada Jumat pagi, 22 Mei 2026. Sejumlah warga mengaku mendapati waktu di perangkat elektronik mereka tiba-tiba mundur sekitar satu jam dari waktu normal di zona Waktu Indonesia Timur (WIT).

Peristiwa tersebut langsung membuat masyarakat heboh dan ramai dibahas di media sosial. Banyak warga mengaku awalnya kebingungan karena jam pada ponsel, tablet hingga laptop menunjukkan waktu yang lebih lambat dibanding biasanya.

Fenomena ini kemudian viral setelah akun X bernama iPopBase ikut membagikan informasi mengenai kejadian tersebut pada Jumat, 22 Mei 2026.

Baca Juga: Pemadaman Listrik Massal di Pulau Sumatra Malam Ini, PLN Ungkap Gangguan Sistem Terjadi Serentak di Sejumlah Provinsi

“Beberapa warga di Ternate, Maluku Utara, dilaporkan melihat Waktu Indonesia Timur (WIT) berjalan sekitar satu jam lebih lambat dari biasanya pagi ini,” tulis akun tersebut.

Unggahan itu langsung memicu berbagai spekulasi dari netizen. Sebagian mengaitkannya dengan gangguan satelit, kesalahan sistem jaringan hingga teori fenomena alam tertentu.

Mayoritas warga menyebut perubahan waktu hanya terjadi pada perangkat digital yang terhubung dengan layanan internet atau GPS. Sementara itu, jam manual dan perangkat yang tidak tersambung jaringan dilaporkan tetap menunjukkan waktu normal.

Baca Juga: Ramai Beredar Kabar Mobil dengan Mesin Lebih dari 1400 cc Dilarang Isi BBM Pertalite Bersubsidi di SPBU Mulai 1 Juni 2026, Begini Tanggapan Pertamina

Menanggapi ramainya pembahasan tersebut, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika atau BMKG memberikan penjelasan resmi terkait fenomena waktu mundur di Ternate.

Petugas Operasional BMKG Stasiun Geofisika Kelas III Ternate, Bayu Merdeka, memastikan bahwa kejadian tersebut tidak berkaitan dengan fenomena alam, gempa bumi, perubahan rotasi bumi maupun aktivitas atmosfer lainnya.

“Terkait dengan fenomena alam ataupun gempa, petir, atau apa, sampai sekarang belum ada,” ujar Bayu Merdeka.

Baca Juga: Sederet Prestasi Pandawara Group, Kelompok Pemuda Peduli Lingkungan Asal Bandung Pecahkan Rekor Dunia: Raih 2 Penghargaan dari Guinness World Records!

Menurut Bayu, kemungkinan besar masalah tersebut berasal dari gangguan sistem teknologi atau kegagalan perangkat menerima informasi waktu dari penyedia layanan jaringan.

“Itu kemungkinan besar ada kesalahan atau gagal menerima informasi dari penyedia layanan, baik dari contohnya Telkomsel, internet, ataupun GPS. Handphone yang kita pakai semuanya tergantung dari layanan jaringan as a service,” jelasnya.

Halaman:

Tags

Terkini