BMKG juga menegaskan bahwa hingga saat ini tidak ada perubahan resmi terkait zona waktu Indonesia Timur. Bayu meminta masyarakat untuk tidak panik dan memastikan waktu standar melalui layanan resmi BMKG maupun perangkat terpercaya lainnya.
Fenomena ini sontak menjadi perbincangan luas di berbagai platform media sosial. Banyak netizen mengunggah tangkapan layar perangkat mereka yang menunjukkan waktu berbeda dari biasanya.
Sebagian warga bahkan mengaku sempat terlambat beraktivitas karena mengira waktu masih lebih pagi dari kondisi sebenarnya.
“Kirain masih jam enam pagi, ternyata sudah lewat satu jam,” tulis salah satu pengguna media sosial.
Peristiwa ini juga memunculkan diskusi mengenai ketergantungan masyarakat terhadap sinkronisasi waktu digital berbasis internet dan GPS. Dalam kondisi tertentu, gangguan jaringan memang dapat menyebabkan perangkat gagal memperbarui data waktu secara akurat.
Meski sempat membuat heboh warga Ternate dan sekitarnya, BMKG memastikan situasi tersebut tidak berkaitan dengan ancaman bencana maupun perubahan sistem waktu nasional.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara. Di sini. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Detik-Detik Relawan Indonesia Diduga Dibekuk Tentara Israel Viral di Medsos, Dewan Pers Minta Pemerintah Bertindak
Sikap Syifa Hadju Setelah Menikah dengan El Rumi Jadi Sorotan, Ramalan Hard Gumay soal Tak Berjodoh Kembali Viral
Viral Anak Petani Tulungagung Cari Keadilan, Ayahnya Jadi Tersangka Kasus Pupuk usai Layani Permintaan Pembeli
Viral Prabowo Sebut Gaji Guru Naik 300 Persen, Langsung Direvisi Jadi Hakim