SketsaNusantara.id - Kejadian keracunan makan kembali terjadi, kini menimpa belasan siswa taman kanak-kanan (TK) dan Pendidikan Anak Usia Dini (Paud) di Jember.
Keracunan makanan massal ini membuat kritikan terus tertuju pada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), yang mensuplai makanan tersebut.
Sekretaris Komisi C DPRD Jember, David Handoko Seto meminta agar melakukan penelusuran intensif harus dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Jember.
Baca Juga: Anggota DPRD Jember Bongkar Alasan Main Game Saat Rapat: Lupa Kasih Makan Sapi
Pasalnya, ini menyangkut kesehatan dan keselamatan dari anak-anak yang mengkonsumsi Makan Bergisi Gratis (MBG).
"Sedikitnya ada 18 siswa yang keracunan setelah mengkonsumsi MBG, yang disuplai oleh SPPG Kaliwates 3 menurut informasi yang kami terima," ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis 21 Mei 2026.
David mengatakan, kejadian ini sangat disayangkan karena SPPG telah lalai dalam pengawasan mutu makanan, yang seharusnya diawasi dengan sangat ketat.
Baca Juga: TPA Pakusari Over Capacity, DPRD Jember Ungkap Ancaman Sampah Menumpuk di Jalan dan Sungai
"Kami prihatin sekali, ini korbannya adalah anak-anak usia dini. Persoalan ini tidak bisa dibiarkan dan harus diusut sampai tuntas," imbuhnya.
Dengan kejadian yang terus terjadi, ia menegaskan agar pemerintah daerah harus bisa melakukan evaluasi secara total dan maksimal.
"Satgas harus bergerak cepat dan mengusut kasus ini dengan jelas, kalau memang SPPG terbukti bersalah dalam urusan higienitas harus dicabut izinnya," tegasnya.
Politisi NasDem ini juga menyampaikan, jika program MBG ini seharusnya bisa memberikan manfaat yang besar bagi siswa-siswa di Indonesia.
Namun, ternyata implementasinya tidak seperti yang diharapkan dan mereka hanya fokus pada keuntungan semata.