SketsaNusantara.id - Paang Merah Indonesia Kabupaten mulai menyiapkan generasi baru relawan kemanusiaan. Sebanyak 30 calon anggota Korps Sukarela PMI Unit Markas Jember menjalani orientasi kepalangmerahan sebagai tahap awal sebelum memasuki pendidikan lapangan yang lebih intensif.
Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Markas PMI Kabupaten Jember, Sabtu 16 Mei 2026 setelah seluruh peserta dinyatakan lolos seleksi wawancara. Tahapan ini menjadi gerbang awal untuk membentuk relawan yang nantinya disiapkan mendukung berbagai pelayanan sosial dan tanggap darurat di wilayah Jember.
Orientasi kepalangmerahan menjadi bagian penting dalam proses pembinaan. Tidak sekadar mengenalkan organisasi, kegiatan ini juga menanamkan nilai dasar kemanusiaan yang menjadi landasan seluruh kerja sukarelawan PMI.
Para peserta memperoleh pengenalan mengenai sejarah gerakan palang merah internasional, prinsip dasar gerakan, struktur organisasi PMI, hingga pelayanan yang dijalankan PMI di tingkat daerah. Materi ini menjadi pondasi sebelum mereka terjun ke tahap pendidikan yang lebih teknis seperti pertolongan pertama, kesiapsiagaan bencana, hingga pelayanan sosial di masyarakat.
Staf Markas PMI Kabupaten Jember, Wachid Budhi Santoso, mengatakan orientasi menjadi fase krusial untuk menyiapkan kader relawan yang mampu bekerja di lapangan.
Menurutnya, calon anggota KSR bukan hanya direkrut untuk menambah jumlah sukarelawan, melainkan dipersiapkan sebagai tenaga kemanusiaan yang mampu bergerak cepat dalam berbagai kondisi, termasuk saat terjadi bencana alam maupun situasi darurat lainnya.
Baca Juga: PMI Jember Dapat Arahan Langsung dari BPOM, Standar Produksi Darah Kini Jadi Fokus Utama Pelayanan
“Orientasi ini menjadi bekal dasar agar para calon relawan memahami semangat kemanusiaan. Setelah ini mereka akan mengikuti pembinaan lanjutan yang lebih berat, baik fisik maupun keterampilan lapangan,” katanya.
Ketua PMI Kabupaten Jember, menekankan bahwa proses pembelajaran tidak hanya berupa teori. Peserta didorong aktif berdiskusi agar memahami penerapan tujuh prinsip dasar gerakan palang merah dalam situasi nyata.
Tujuh prinsip tersebut meliputi kemanusiaan, kesamaan, kenetralan, kemandirian, kesukarelaan, kesatuan, dan kesemestaan. Prinsip-prinsip itu menjadi pedoman relawan ketika bertugas, terutama saat menghadapi masyarakat terdampak bencana atau situasi kemanusiaan.
Zainollah menilai pemahaman prinsip dasar sangat penting karena relawan PMI kerap berhadapan langsung dengan kondisi yang menuntut keputusan cepat, namun tetap menjunjung netralitas dan pelayanan tanpa diskriminasi.
Setelah menyelesaikan orientasi, seluruh peserta akan mengikuti rangkaian pendidikan dan pelatihan KSR. Pada tahap ini mereka akan ditempa melalui latihan fisik, penguatan mental, simulasi penanganan korban, serta keterampilan pertolongan pertama.