Namun tuntutan itu justru memicu gelombang kritik baru. Banyak pihak membandingkan tuntutan tersebut dengan hukuman pada kasus kejahatan berat lain yang dinilai lebih rendah.
Nadiem sendiri dalam pembelaannya mengaku kecewa dan merasa tuntutan itu lebih berat dibanding hukuman terhadap pelaku terorisme maupun pembunuhan. Ia kembali menegaskan bahwa selama persidangan tidak pernah ditemukan bukti dirinya menerima aliran dana korupsi dari proyek tersebut.
Dalam unggahannya, Cinta ikut memberikan dukungan untuk keluarga Nadiem yang kini ikut menyuarakan 'matinya' ketidakadilan di negeri ini.
"(Kasus) ini adalah momen yang menyedihkan bagi Indonesia. Bukan karena satu orang sedang diadili, tetapi karena apa yang hal ini isyaratkan kepada setiap orang cerdas dan idealis yang menyaksikan: bahwa negara ini mungkin belum siap melindungi orang-orang yang cukup berani untuk mencoba mengubahnya," tulisnya.
"Untuk keluarga Nadiem dan setiap orang Indonesia yang merasakan beratnya momen ini... kalian tidak sendirian dalam kesedihan, frustrasi, atau kecintaan anda pada potensi negara ini," pungkasnya.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini