Rabu, 1 Juli 2026

Cinta Laura Soroti Tuntutan 18 Tahun Penjara Nadiem Makarim, Singgung Pemerintah Korup dan Haus Kekuasaan hingga Perlindungan Hukum di Indonesia

Photo Author
Mila Zhely Nurul Hidayah, Sketsa Nusantara
- Jumat, 15 Mei 2026 | 10:04 WIB
Cinta Laura ikut menyuarakan kekecewaan pada tuntutan jaksa 18 tahun terhadap Nadiem Makarim yang menjadikan anak muda takut berperan memajukan bangsa (Instagram/claurakiehl)
Cinta Laura ikut menyuarakan kekecewaan pada tuntutan jaksa 18 tahun terhadap Nadiem Makarim yang menjadikan anak muda takut berperan memajukan bangsa (Instagram/claurakiehl)

SketsaNusantara.id - Tuntutan terhadap mantan Menteri Pendidikan, Nadiem Makarim dengan hukuman 18 tahun penjara dalam kasus dugaan korupsi pengadaan Chromebook, mendapat sorotan tajam dari berbagai kalangan, termasuk publik figur seperti Cinta Laura Kiehl.

Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, aktris sekaligus aktivis pendidikan itu secara terbuka menyampaikan rasa kecewa terhadap tuntutan tersebut.

Ia menilai kasus yang menimpa Nadiem bisa menjadi sinyal buruk bagi generasi muda Indonesia yang memiliki kemampuan dan niat baik untuk membantu negara dengan mengabdikan diri di pemerintahan.

Dalam unggahan terbaru di Instagramnya, Cinta menyebut Indonesia memiliki pola yang kerap berulang dan "menghancurkan", ketika orang-orang cerdas dan kompeten yang masuk ke dunia pemerintahan justru berakhir diserang atau dihancurkan.

Baca Juga: Pengabdian Tak Akan Sia-Sia! Nadiem Makarim Sisipkan Pesan Menyentuh di Tengah Polemik Alumni Awardee LPDP yang Dinilai Merendahkan Identitas WNI

"18 tahun. Itulah yang diminta oleh para jaksa dari seseorang yang telah mengabdikan tahun-tahunnya untuk mencoba memajukan negara ini," tulisnya, dikutip SketsaNusantara.id dari unggahan di akun Instagram @claurakiehl pada hari Jumat, 15 Mei 2026.

"Ini bukan pertama kalinya. Indonesia memiliki pola yang tenang tapi menghancurkan: orang-orang cerdas, mampu dan berorientasi pada misi memasuki kehidupan publik dan dihancurkan olehnya. Bukan selalu karena mereka bersalah, tetapi hanya karena mereka 'tidak nyaman'," tandasnya.

Ia juga mempertanyakan bagaimana negara bisa mengajak generasi muda terbaik untuk mengabdi jika risiko yang mereka hadapi begitu besar ketika mengambil kebijakan.

"Siapa pun yang sedang memainkan kendali di balik semua ini tidak sedang melindungi Indonesia. Mereka sedang mengajari satu generasi orang-orang berbakat bahwa pilihan paling aman adalah tetap tak terlihat. Atau pergi," lanjutnya.

Baca Juga: 2 Alasan Jaksa Tuntut Nadiem Makarim Penjara 18 Tahun dan Uang Pengganti Rp5,6 Triliun, Singgung Kekayaan Pendiri Gojek

Aktris keturunan Jerman-Indonesia itu menyoroti banyaknya anak muda berbakat yang akhirnya memilih berkontribusi lewat sektor swasta, industri kreatif, atau teknologi dibanding masuk pemerintahan karena sistem dianggap terlalu berbahaya bagi mereka yang ingin melakukan perubahan.

"Banyak dari orang Indonesia yang paling berbakat mencintai negara ini dengan mendalam. Mereka tinggal. Mereka membangun. Mereka menemukan cara lain untuk berkontribusi di luar pemerintahan karena sistemnya membuatnya terlalu berbahaya untuk melakukannya dari dalam," tuturnya.

Berkaca pasa kasus Nadiem Makarim, Cinta menyinggung soal pemerintahan korup dan haus kekuasaan hingga peraturan yang nyatanya tidak bisa melindungi masyarakat.

Melihat kondisi Indonesia saat ini yang cukup banyak ditemukan ketimpangan dan ketidakadilan, ia pun mempertanyakan perlindungan hukum seolah tak ada lagi yang bisa diharapkan di Indonesia.

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Sumber: Instagram @claurakiehl

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X