SketsaNusantara.id - Tuntutan terhadap mantan Menteri Pendidikan, Nadiem Makarim dengan hukuman 18 tahun penjara dalam kasus dugaan korupsi pengadaan Chromebook, mendapat sorotan tajam dari berbagai kalangan, termasuk publik figur seperti Cinta Laura Kiehl.
Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, aktris sekaligus aktivis pendidikan itu secara terbuka menyampaikan rasa kecewa terhadap tuntutan tersebut.
Ia menilai kasus yang menimpa Nadiem bisa menjadi sinyal buruk bagi generasi muda Indonesia yang memiliki kemampuan dan niat baik untuk membantu negara dengan mengabdikan diri di pemerintahan.
Dalam unggahan terbaru di Instagramnya, Cinta menyebut Indonesia memiliki pola yang kerap berulang dan "menghancurkan", ketika orang-orang cerdas dan kompeten yang masuk ke dunia pemerintahan justru berakhir diserang atau dihancurkan.
"18 tahun. Itulah yang diminta oleh para jaksa dari seseorang yang telah mengabdikan tahun-tahunnya untuk mencoba memajukan negara ini," tulisnya, dikutip SketsaNusantara.id dari unggahan di akun Instagram @claurakiehl pada hari Jumat, 15 Mei 2026.
"Ini bukan pertama kalinya. Indonesia memiliki pola yang tenang tapi menghancurkan: orang-orang cerdas, mampu dan berorientasi pada misi memasuki kehidupan publik dan dihancurkan olehnya. Bukan selalu karena mereka bersalah, tetapi hanya karena mereka 'tidak nyaman'," tandasnya.
Ia juga mempertanyakan bagaimana negara bisa mengajak generasi muda terbaik untuk mengabdi jika risiko yang mereka hadapi begitu besar ketika mengambil kebijakan.
"Siapa pun yang sedang memainkan kendali di balik semua ini tidak sedang melindungi Indonesia. Mereka sedang mengajari satu generasi orang-orang berbakat bahwa pilihan paling aman adalah tetap tak terlihat. Atau pergi," lanjutnya.
Aktris keturunan Jerman-Indonesia itu menyoroti banyaknya anak muda berbakat yang akhirnya memilih berkontribusi lewat sektor swasta, industri kreatif, atau teknologi dibanding masuk pemerintahan karena sistem dianggap terlalu berbahaya bagi mereka yang ingin melakukan perubahan.
"Banyak dari orang Indonesia yang paling berbakat mencintai negara ini dengan mendalam. Mereka tinggal. Mereka membangun. Mereka menemukan cara lain untuk berkontribusi di luar pemerintahan karena sistemnya membuatnya terlalu berbahaya untuk melakukannya dari dalam," tuturnya.
Berkaca pasa kasus Nadiem Makarim, Cinta menyinggung soal pemerintahan korup dan haus kekuasaan hingga peraturan yang nyatanya tidak bisa melindungi masyarakat.
Melihat kondisi Indonesia saat ini yang cukup banyak ditemukan ketimpangan dan ketidakadilan, ia pun mempertanyakan perlindungan hukum seolah tak ada lagi yang bisa diharapkan di Indonesia.
Artikel Terkait
Menjadi Tersangka Korupsi Triliunan, Mahfud MD Nilai Nadiem Makarim Bersih Tapi Keliru?
Tanggapan Mahfud MD Soal Keterlibatan Nadiem Makarim dalam Kasus Korupsi Pengadaan Chromebook Meski Tak Ambil Untung: Dia Tidak...
KPK Tegaskan Penyelidikan Korupsi Google Cloud di Kemendikbudristek Tetap Jalan Meski Nadiem Makarim Ditahan Kejagung Kasus Lain
Nadiem Makarim Tersangka Korupsi Laptop Rp1,98 Triliun, Air Mata Sang Ibu Jadi Sorotan Publik
Langkah Hukum Nadiem Makarim Gagal, Hakim PN Jaksel Nyatakan Penetapan Tersangka oleh Kejagung Sah
Tak Lagi Tangani Kasus Korupsi Chromebook, Postingan Hotman Paris Tentang 2 Tipe Klien Disorot Netizen: Ini Nyenggol Nadiem?