Namun tuntutan itu justru memicu gelombang kritik baru. Banyak pihak membandingkan tuntutan tersebut dengan hukuman pada kasus kejahatan berat lain yang dinilai lebih rendah.
Nadiem sendiri dalam pembelaannya mengaku kecewa dan merasa tuntutan itu lebih berat dibanding hukuman terhadap pelaku terorisme maupun pembunuhan. Ia kembali menegaskan bahwa selama persidangan tidak pernah ditemukan bukti dirinya menerima aliran dana korupsi dari proyek tersebut.
Dalam unggahannya, Cinta ikut memberikan dukungan untuk keluarga Nadiem yang kini ikut menyuarakan 'matinya' ketidakadilan di negeri ini.
"(Kasus) ini adalah momen yang menyedihkan bagi Indonesia. Bukan karena satu orang sedang diadili, tetapi karena apa yang hal ini isyaratkan kepada setiap orang cerdas dan idealis yang menyaksikan: bahwa negara ini mungkin belum siap melindungi orang-orang yang cukup berani untuk mencoba mengubahnya," tulisnya.
"Untuk keluarga Nadiem dan setiap orang Indonesia yang merasakan beratnya momen ini... kalian tidak sendirian dalam kesedihan, frustrasi, atau kecintaan anda pada potensi negara ini," pungkasnya.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini
Artikel Terkait
Menjadi Tersangka Korupsi Triliunan, Mahfud MD Nilai Nadiem Makarim Bersih Tapi Keliru?
Tanggapan Mahfud MD Soal Keterlibatan Nadiem Makarim dalam Kasus Korupsi Pengadaan Chromebook Meski Tak Ambil Untung: Dia Tidak...
KPK Tegaskan Penyelidikan Korupsi Google Cloud di Kemendikbudristek Tetap Jalan Meski Nadiem Makarim Ditahan Kejagung Kasus Lain
Nadiem Makarim Tersangka Korupsi Laptop Rp1,98 Triliun, Air Mata Sang Ibu Jadi Sorotan Publik
Langkah Hukum Nadiem Makarim Gagal, Hakim PN Jaksel Nyatakan Penetapan Tersangka oleh Kejagung Sah
Tak Lagi Tangani Kasus Korupsi Chromebook, Postingan Hotman Paris Tentang 2 Tipe Klien Disorot Netizen: Ini Nyenggol Nadiem?