Dari hasil pemeriksaan sementara, polisi menyebut praktik tersebut kemungkinan berkembang dari alasan kemanusiaan. Namun, setelah informasi menyebar dari mulut ke mulut, jumlah bayi yang dititipkan terus bertambah.
Saat penggerebekan dilakukan, kondisi bayi juga menjadi perhatian petugas. Beberapa bayi diketahui membutuhkan penanganan medis lanjutan.
Sebanyak tiga bayi kemudian dirawat di RSUD Sleman untuk mendapatkan perawatan kesehatan. Sementara bayi lainnya dievakuasi oleh Dinas Sosial Kabupaten Sleman.
Polisi juga menyebut dua bayi telah dijemput oleh orang tuanya setelah proses pemeriksaan berlangsung. Hingga kini, enam bayi lainnya masih berada dalam pengawasan Dinas Sosial.
Selain memeriksa bidan ORP, polisi turut meminta keterangan sejumlah pihak lain. Mereka di antaranya orang tua bidan, seorang pembantu rumah tangga, serta beberapa ibu kandung bayi.
Penyelidikan masih terus dilakukan oleh aparat kepolisian. Polisi mendalami kemungkinan adanya pelanggaran lain dalam praktik penitipan bayi tersebut.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!