Selain itu di sektor pendidikan mereka menilai adanya ketimpangan akses fasilitas pendidikan di wilayah pelosok Indramayu.
Ketiga adalah masalah ekonomi di mana angka pengangguran dan daya beli masyarakat yang dinilai stagnan meski janji politik terus bergulir.
Atas beberapa alasan kekecewaan tersebut dan tak ditemui, massa kemudian melakukan aksi lempar ular sebagai simbol puncak frustrasi masyarakat terhadap narasi-narasi simbolis.
Masyarakat menganggap bahwa Lucky Hakim selaku bupati selama ini kerap tampil di media sosial pemerintah, namun kontras dengan realita di lapangan.
Aksi ini disebut sebagai simbol bahwa rakyat tidak butuh aksi teatrikal dari pemimpinnya, namun mereka butuh kebijakan yang berpihak pada keberlangsungan hidup dan masa depan daerah.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!