news

Sederet Kontroversi Amien Rais: Sebut Jokowi Pecinta PKI hingga Tuding Seskab Teddy Penyuka Sesama Jenis yang Dianggap Menyebarkan Kebencian

Sabtu, 2 Mei 2026 | 17:49 WIB
Potret Amien Rais, mantan ketua MPR sekaligus pendiri Partai Ummat yang perkataannya kerap menuai kontroversi (Tangkap layar Youtube Amien Rais Official)
 
SketsaNusantara.id - Nama Amien Rais kembali ramai jadi sorotan publik setelah melontarkan pernyataan kontroversial melalui kanal YouTube pribadinya.

Dalam video tersebut, pendiri Partai Ummat itu menuding Sekretaris Kabinet (Seskab), Teddy Indra Wijaya, memiliki orientasi seksual sebagai penyuka sesama jenis.

Pernyataan itu langsung menuai reaksi keras. Bakom RI membantah tudingan tersebut, sementara Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia (Komdigi) menyebut isi video sebagai hoaks dan klaim yang tidak berdasar.

Video unggahannya pun dihapus karena perkataan Amien Rais dianggap menyebarkan kebencian yang berpotensi membuat gaduh masyarakat.
 

Namun, ini bukan kali pertama perkataan Amien Rais menuai kontroversi. Sepanjang karier politiknya, ia dikenal sebagai sosok yang kerap melontarkan pernyataan keras dan memicu polemik.

Berikut sejumlah perkataan Amien Rais yang kerap menuai kontroversi, sebagaimana dihimpun SketsaNusantara.id dari kanal YouTube Amien Rais Official dan berbagai sumber.

1. Sebut Jokowi Pecinta PKI hingga Presiden Indonesia Terburuk

Dalam beberapa tahun terakhir, Amien Rais kerap melontarkan kritik tajam kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi). Salah satunya ketika ia menuding Jokowi adalah "Pecinta Partai Komunis Indonesia (PKI)".

Perkatan tersebut sempat dilontarkan dalam video yang diunggah oada bulan September 2024 lalu dan sempat dibantah oleh mantan Menkopolhukam, Mahfud MD.

Tak hanya itu, pada tahun yang sama, Amien Rais memanggil Presiden ke-7 RI itu dengan sebutan "Jokopret". Ia menilai Jokowi sebagai sosok yang 'toksik' karena dianggap memperlakukan UUD 1945 layaknya anggaran rumah tangga.
 
Baca Juga: Bongkar Kasus Ijazah Palsu! Amien Rais Desak Prabowo Turun Tangan dan Adili Jokowi di Persidangan: JKW Membiayai Buzzer

Amien Rais bahkan menyebut Jokowi presiden terburuk dalam sejarah Indonesia dan menyarankan agar Jokowi untuk tidak lagi berkecimpung di dunia politik setelah pensiun.

Tak sampai di situ, pada tahun 2025 kemarin, Amien Rais merespons klaim dari Politisi PDIP yang sempat menyinggung adanya bunker rahasia, tempat penyimpanan uang triliunan rupiah di bunker rumah Jokowi di Solo.

Pernyataan-pernyataan tersebut menjadi kritik keras terhadap pemerintahan Jokowi yang kerap dibantah karena dinilai tidak berdasar oleh berbagai pihak.

2. Usulan Amandemen UUD 1945

Pada tahun 2024 lalu, Amien Rais menyatakan dukungannya terhadap amandemen UUD 1945 agar presiden kembali dipilih oleh MPR RI, bukan melalui pemilihan langsung oleh rakyat. Ia menganggap perubahan ke pilpres langsung dahulu adalah langkah "naif" karena nyatanya memicu politik uang yang masif.

Ide ini diusulkan untuk mengurangi biaya tinggi politik, namun gagasan ini memicu perdebatan karena dinilai sebagai kemunduran demokrasi oleh sebagian kalangan.
 
Baca Juga: Lama Tak Kelihatan, Amien Rais Kena Skak Mahfud MD Gara-Gara Jualan Isu PKI

3. Istilah "Partai Allah vs Partai Setan"

Salah satu pernyataan Amien Rais yang sempat ramai jadi perbincangan adalah perkataannya mengenai dikotomi "Partai Allah" (hizbullah) dan "Partai Setan" (Hizbus Syaithan) yang dsampaikan pada tahun 2018 lalu.

Perkataannya itu mengacu pada interpretasi salah satu kutipan surat dalam Al-Qur'an. Menurutnya, ini adalah pengelompokan berdasarkan cara berpikir dan berjuang, di mana kelompok Allah membela kebenaran berdasarkan aturan agama, sementara kelompok setan berlawanan dengan nilai tersebut.

Pernyataan ini menuai polemik dan kritik keras dari berbagai pihak. Para pengamat politik menganggapnya perkataan Amien Rais sebagai cara berpolitik tidak sehat yang memperkeruh polarisasi politik dan berpotensi memecah belah masyarakat.

4. Perkataan Kontroversial "Jewer" Ketum Muhammadiyah

Amien Rais pernah mengancam akan "menjewer" Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, pada bulan November 2018 terkait Pilpres 2019.
 
Baca Juga: Tak Banyak yang Tahu, Muhammadiyah Lahir di Era Sultan Jogja yang Kaya Raya, Inilah Jejak Raja Jawa yang Menghubungkan Keraton hingga Gerakan Modern

Amien sebagai penasihat PP Muhammadiyah pada saat itu, meminta Muhammadiyah secara kelembagaan mendukung salah satu pasangan calon, bukan membebaskan warga Muhammadiyah memilih, yang menurutnya merupakan sikap "sontoloyo" dan "konyol".

Pernyataan tersebut menimbulkan kemarahan dan polemik, karena dianggap sebagai intervensi langsung terhadap kebijakan organisasi keislaman yang seharusnya bersifat netral.

5. Amien Rais Hadir di Pelantikan Prabowo-Gibran

Pada 2024, Amien Rais sempat menjadi perbincangan karena menghadiri pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.

Kehadirannya dianggap kontradiktif oleh sebagian publik, mengingat sebelumnya ia dikenal vokal mengkritik pemerintahan.
 
Baca Juga: Hadir di Istana Negara, Rocky Gerung Tertawa Lepas saat Disinggung 'Disiden' oleh Presiden Prabowo, Apa Maksudnya?

6. Tuding Seskab Teddy Penyuka Sesama Jenis

Terbaru, Amien Rais melontarkan pernyataan kontroversial yang menuding Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya sebagai penyuka sesama jenis. Ia bahkan menganggap Teddy jadi 'orang ketiga dalam rumah tangga Prabowo dengan Titiek Soeharto.

"Jadi, berdasarkan opini masyarakat, bisa kita pantau bahwa ternyata Teddy itu seorang gay seperti kaum Nabi Luth pada zaman dulu yang lebih menyukai atau mencintai sesama laki-laki," ujarnya dalam unggahan video di kanal YouTube Amien Rais Official pada hari Kamis, 30 April 2026.

"Bahkan, Mbak Titiek (mantan istri) Prabowo sampai menyanyikan lagu berjudul Cinta Segitiga, ada lirik yang berbunyi kurang lebih 'Engkau tinggalkan aku demi laki-laki bernama Teddy'," ujarnya.

Badan Komunikasi Pemerintah membantah tudingan Amien Rais dan menganggap sebagai fitnah. Kepala Bakom RI menyayangkan perkataannya yang dinilai sebagai klaim yang tidak berdasar dan menyebut Amien Rais korban video hoaks yang beredar di media sosial.
 
Baca Juga: Ramai Disorot, Rocky Gerung Datang ke Istana Negara saat Reshuffle Kabinet dan Berbincang dengan Presiden hingga Seskab Teddy, Ngomongin Apa?

Partai Ummat juga menyayangkan perkataan Amien Rais sehingga video yang diunggah di kanal YouTube resminya dihapus. Bahkan, ada beberapa pihak yang menempuh jalur hukum karena tudingannya dinilai terlalu keji.
 
Komdigi juga menegaskan bahwa isi video Amien Rais adalah hoaks, yang dibuat dengan sengaja untuk menyebarkan fitnah serta mengandung ujaran kebencian.

Konten tersebut dinilai merendahkan martabat Presiden dan juga berpotensi memicu provokasi di tengah masyarakat. Komdigi akan menindak tegas bagi pembuat dan penyebar video hoaks yang dapat dijerat Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).
 
Baca Juga: Sederet Kontroversi Nasaruddin Umar, Menag Ramai Dikritik karena Tak Setuju dengan Gerakan Boikot Produk AS-Israel di Tengah Konflik Timur Temgah

Itulah sederet perkataan Amien Rais yang kerap menuai kontroversi. Pernyataan terbaru terkait Teddy Indra Wijaya kembali menegaskan posisi Amien Rais sebagai sosok yang kerap melontarkan pandangan kontroversial.

Berbagai pihak pun mengingatkan pentingnya kehati-hatian dalam menyampaikan pernyataan di ruang publik, terutama jika menyangkut tuduhan serius yang belum terbukti kebenarannya.

Kontroversi demi kontroversi yang mengiringi perjalanan politik Amien Rais menunjukkan bagaimana dinamika politik Indonesia kerap diwarnai oleh pernyataan keras dan polemik.

Di satu sisi, ia dikenal sebagai tokoh reformasi yang vokal. Namun di sisi lain, sejumlah pernyataannya terus memicu perdebatan publik hingga hari ini.***
 

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini 

Tags

Terkini