SketsaNusantara.id - Respons cepat pemerintah muncul setelah kecelakaan kereta api di Bekasi Timur. Peristiwa tersebut melibatkan KRL Commuter Line dan kereta jarak jauh.
Perhatian publik tertuju pada langkah lanjutan yang diambil pemerintah. Sejumlah pejabat langsung melakukan koordinasi usai kejadian tersebut.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengungkap adanya komunikasi penting. Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad disebut menghubungi Presiden pada malam kejadian.
Komunikasi tersebut dilakukan setelah Dasco meninjau langsung lokasi kecelakaan. Ia kemudian menyampaikan kondisi korban serta situasi di lapangan kepada Presiden.
Selain itu, Dasco juga membawa aspirasi dari pemerintah daerah dan kepolisian. Aspirasi tersebut berkaitan dengan kebutuhan pembangunan infrastruktur perlintasan kereta.
Beberapa poin yang disampaikan meliputi rencana pembangunan jembatan layang. Selain itu, kondisi sarana perkeretaapian juga menjadi perhatian dalam laporan tersebut.
Masalah seperti minimnya palang pintu dan sistem pengamanan ikut disoroti. Hal ini menjadi bagian dari pembahasan yang disampaikan kepada Presiden.
Menurut keterangan yang disampaikan, komunikasi tersebut memicu respons lanjutan. Presiden kemudian mengambil langkah cepat dengan meninjau korban kecelakaan.
“Wakil ketua DPR RI, Pak Dasco langsung menghubungi bapak Presiden pada malam adanya insiden kecelakaan KA Di Bekasi, Dari hasil komunikasi tersebut akhirnya Bapak Presiden langsung meninjau korban dan menyiapkan anggaran perbaikan sarana perkeretaapian,” ujar Prasetyo Hadi dalam keterangan tertulis.
Kunjungan Presiden dilakukan ke RSUD Kota Bekasi untuk melihat kondisi korban. Selain itu, pemerintah juga menyiapkan langkah perbaikan sarana perkeretaapian.
Salah satu langkah yang disiapkan adalah alokasi anggaran dalam jumlah besar. Dana tersebut difokuskan untuk peningkatan keselamatan di perlintasan kereta.
Pemerintah mencatat terdapat sekitar 1.800 titik perlintasan di Pulau Jawa. Seluruh titik tersebut menjadi bagian dari rencana perbaikan yang disiapkan.