Presiden juga menyampaikan bahwa proyek perbaikan akan segera dilaksanakan. Hal ini termasuk pembangunan jembatan layang di sejumlah titik rawan.
“Ada sekitar 1.800 titik lintasan seperti ini, saya kira sejak zaman Belanda, dan saya sudah perintahkan segera diperbaiki semua,” ujar Presiden.
Selain itu, pemerintah juga mempertimbangkan penambahan sistem pengamanan. Opsi tersebut meliputi pos penjagaan dan teknologi pengawasan lainnya.
Untuk mendukung program tersebut, anggaran sekitar Rp4 triliun disiapkan. Dana ini difokuskan pada peningkatan keselamatan transportasi perkeretaapian.
Dalam perkembangan lain, usulan pembangunan flyover Bulak Kapal juga disampaikan. Proyek ini sebelumnya mengalami kendala pada aspek pendanaan.
Dasco disebut telah mengusulkan percepatan pembangunan proyek tersebut. Usulan itu kemudian mendapat persetujuan dari Presiden.
Bantuan Presiden disiapkan untuk mendukung realisasi proyek flyover tersebut. Nilainya berkisar antara Rp200 miliar hingga Rp220 miliar.
Pemerintah daerah juga diminta segera menyiapkan dokumen pendukung. Hal ini untuk mempercepat proses pembangunan dalam waktu yang ditargetkan.
Wali Kota Bekasi menyatakan akan menindaklanjuti arahan tersebut. Proses percepatan pembangunan ditargetkan selesai dalam beberapa bulan ke depan.
Koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah terus dilakukan. Langkah ini menjadi bagian dari upaya penanganan pasca kecelakaan kereta di Bekasi.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Kesaksian Salah Satu Korban Luka-Luka dari Kecelakaan KRL dan KAJJ Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur: 3 Jari Kebanting di Aspal
Pengamat Transportasi Soroti Insiden KRL Bekasi, Ungkap Penyebab Utama Kecelakaan, Perlu Evaluasi Keandalan Infrastruktur dan 'Human Error'
Habib Jafar Doakan Korban Kecelakaan KRL Bekasi Timur, Data Terbaru 14 Meninggal dan 84 Luka
Lengkap! Daftar 59 Nama Korban Kecelakaan Maut KRL vs KA Argo Bromo
Profil Arifah Choiri Fauzi, Menteri PPPA yang Usul Pemindahan Gerbong Wanita Pasca Kecelakaan KRL Cikarang dan KA Argo Bromo