news

Arifah Fauzi Minta Maaf Soal Usulan Pemindahan Gerbong Perempuan, Menteri PPPA Tekankan Hal Ini Pasca Tragedi Kecelakaan KRL di Bekasi

Kamis, 30 April 2026 | 10:00 WIB
Potret Menteri PPPA, Arifah Fauzi meminta maaf atas pernyataannya soal usulan pemindahan gerbong pasca kecelakaan KRL di Bekasi (Instagram/kemenpppa)

SketsaNusantara.id - Tragedi kecelakaan antara KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur masih menyisakan duka mendalam.

Di tengah proses evakuasi dan penanganan korban, muncul polemik baru setelah pernyataan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) menuai kritik publik.

Menteri PPPA, Arifah Fauzi, akhirnya menyampaikan permintaan maaf secara terbuka atas usulannya terkait posisi gerbong khusus perempuan dalam rangkaian kereta.

Baca Juga: Geram, Netizen Banjiri Instagram Menteri PPPA Arifah Fauzi yang Usul Gerbong Wanita Dipindah ke Tengah Usai Tabrak Kereta di Bekasi

Arifah Fauzi sempat ramai jadi sorotan setelah mengusulkan agar gerbong khusus perempuan dipindahkan ke bagian tengah rangkaian kereta. Sementara itu, gerbong di bagian depan dan belakang diisi oleh penumpang laki-laki.

Usulan tersebut disampaikan melihat fakta bahwa dalam kecelakaan di Bekasi, gerbong paling belakang yang merupakan gerbong khusus wanita, mengalami kerusakan paling parah dan menyebabkan banyak korban.

Namun, pernyataan tersebut justru memicu reaksi keras hingga Instagram KemenPPPA dibanjiri kritik dari masyarakat. Banyak warganet menilai usulan itu tidak menyentuh akar persoalan keselamatan transportasi dan dinilai tidak bijak disampaikan di tengah suasana duka.

Media sosial, khususnya Instagram, dipenuhi komentar yang mempertanyakan relevansi usulan tersebut. Tidak sedikit yang menilai bahwa keselamatan penumpang seharusnya menjadi prioritas tanpa membedakan gender.

Baca Juga: Profil Arifah Choiri Fauzi, Menteri PPPA yang Usul Pemindahan Gerbong Wanita Pasca Kecelakaan KRL Cikarang dan KA Argo Bromo

Kritik juga datang dari berbagai kalangan yang menilai bahwa solusi yang ditawarkan seharusnya lebih fokus pada peningkatan sistem keselamatan, bukan pengaturan posisi gerbong berdasarkan jenis kelamin.

Menanggapi polemik tersebut, Arifah Fauzi akhirnya menyampaikan permintaan maaf melalui video yang diunggah di akun resmi Kementerian PPPA pada Rabu, 29 April 2026.

"Saya menyadari bahwa pernyataan tersebut kurang tepat. Untuk itu, saya memohon maaf sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat, khususnya kepada para korban dan keluarga korban yang merasa tersakiti atau tidak nyaman atas pernyataan tersebut," ujarnya, dikutip SketsaNusantara.id dari video yang diunggah di akun Instagram @kemenPPPA.

Baca Juga: Ngeri! Detik-Detik KA Argo Bromo ‘Adu Banteng’ Bertabrakan dengan KRL di Bekasi, 4 Orang Meninggal Dunia, Begini Kronologinya

Dalam pernyataannya, Arifah juga mengakui perkataannya tidak tepat dalam situasi berduka dan menjelaskan bahwa dirinya tidak bermaksud mengabaikan keselamatan penumpang laki-laki. 

Halaman:

Tags

Terkini