Dalam unggahannya, KAI mengumumkan ada 13 perjalanan Kereta Api Jarak Jauh yang dibatalkan pemberangkatannya, termasuk KA Gumarang jurusan Surabaya-Jakarta, KA Argo Sindoro jurusan Semarang-Jakarta, hingga Jayabaya (Malang) dan Singasari (Blitar-Jakarta).
Langkah ini diambil untuk menjaga keselamatan perjalanan sekaligus memberikan ruang bagi proses evakuasi dan penanganan di lokasi serta memastikan jalur kembali aman sebelum dioperasikan normal.
Pembatalan pemberangkatan sejumlah kereta api jarak jauh ini berdampak pada banyak pelanggan yang harus menunda atau membatalkan perjalanan yang sudah jauh hari memesan tiket.
Cara Refund Tiket untuk Penumpang KA yang Batal Berangkat
Sebagai bentuk tanggung jawab kepada pelanggan, KAI memberlakukan kebijakan pengembalian dana tiket secara penuh.
"KAI menerapkan kebijakan pengembalian bea (refund) kepada pelanggan yang terdampak kejadian di Stasiun Bekasi Timur. Pengembalian tiket 100 persen (di luar biaya pemesanan) berlaku bagi penumpang dengan jadwal keberangkatan 27–28 April 2026," tulisnya.
Refund tiket yang diberikan kepada pelanggan yang batal berangkat karena keterlambatan atau pembatalan perjalanan akibat kecelakaan di Bekasi Timur.
“Pengembalian dana dapat dilakukan secara tunai apabila pembatalan dilakukan di loket stasiun online atau melalui Call Center 121 (021-121) atau aplikasi Access by KAI (pengembalian via transfer),” tuturnya.
“Batas waktu proses pembatalan tiket dan pengajuan pengembalian dana adalah 7 x 24 jam sejak tanggal keberangkatan yang tertera pada tiket,” sambung KAI.
Untuk memperlancar proses refund atau pengembalian dana, pelanggan diminta menyiapkan data pendukung di antaranya, kode pemesanan tiket, nomor rekening, nomor telepon dengan mencantumkan nama lengkap, NIK (Nomor Induk Kependudukan) dan alamat email.
KAI menyatakan bahwa operasional pemulihan perjalanan kereta api akan dilakukan secara bertahap dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan.
Koordinasi terus dilakukan untuk memastikan dengan berbagai pihak terkait guna jalur rel kembali aman dan layak digunakan.
Selanjutnya, pihak yang berwenang akan melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan. Meski dugaan awal mengarah pada insiden taksi di perlintasan, penyelidikan lebih lanjut tetap diperlukan untuk mengetahui apakah ada faktor lain, seperti gangguan komunikasi sistem persinyalan yang mengakibatkan terjadinya kecelakaan beruntun antar kereta.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari S ketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini