news

Waspada Modus Gendam Top-Up, Warga Gambirono Jember Jadi Korban Uang Palsu

Kamis, 23 April 2026 | 07:30 WIB
Rekaman CCTV gendam top up di Gambirono Jember (Instagram @jember24jam_)

SketsaNusantara.id - Aksi kejahatan dengan modus hipnotis atau gendam kembali meresahkan masyarakat Jember. 

Kali ini, seorang warga di Desa Gambirono, Kecamatan Bangsalsari, menjadi korban penipuan setelah menuruti kemauan pelaku untuk melakukan transaksi top up saldo digital.

Setelah transaksi selesai, korban baru menyadari ternyata ia dibayar menggunakan uang palsu.

Baca Juga: Peserta OSMA Jember Tunjukkan Kepedulian, Antusias Donor Darah di JSG, PMI Beri Apresiasi

Peristiwa ini menjadi peringatan keras bagi pemilik jasa pembayaran digital dan agen bank di pinggir jalan untuk lebih waspada terhadap gerak-gerik pelanggan yang mencurigakan.

Seperti dikutip dari akun Instagram @jember24jam_, korban pemilik jasa pembayaran digital mengaku bahwa kejadian bermula saat seorang pria tak dikenal mendatangi lokasi korban dengan maksud meminta bantuan transaksi top up.

Menurut pengakuan korban, proses komunikasi dengan pelaku terasa sangat tidak wajar.

Baca Juga: Verval DTSEN Libatkan ASN, Wakil Ketua DPRD Jember Ingatkan Akurasi Data Penerima Bantuan Sosial

Korban mengaku tiba-tiba merasa linglung dan kehilangan kontrol diri sesaat setelah berinteraksi dengan pelaku.

Dalam kondisi tidak sadar sepenuhnya tersebut, korban tanpa ragu menuruti permintaan pelaku untuk mengirimkan sejumlah saldo ke akun digital tertentu.

Korban melakukan transaksi tersebut seolah-olah sedang di bawah pengaruh sugesti pelaku, sehingga tidak sempat memeriksa keaslian uang yang diberikan saat itu juga.

Baca Juga: Pastikan Solar Bersubsidi Tepat Sasaran, Ketua Komisi B DPRD Jember: Jangan Sampai Ada Penyelewengan

Dampak dari aksi gendam ini baru disadari korban beberapa saat setelah pelaku meninggalkan lokasi.

Saat kesadarannya kembali pulih, korban mulai memeriksa uang tunai yang diterima dari pelaku sebagai pembayaran transaksi top up tersebut yang ternyata uang palsu.

Halaman:

Tags

Terkini