SketsaNusantara.id - Perayaan Hari Kartini di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, berubah menjadi kejadian yang diabaikan.
Puluhan siswa sekolah dasar (SD) di Kecamatan Kragan mengalami gejala keracunan makanan saat mengikuti rangkaian kegiatan Kartinian, pada hari Selasa, 21 April 2026.
Peristiwa ini ramai jadi sorotan setelah beritanya viral di media sosial. Dalam video yang beredar, terlihat sejumlah siswa-siswi dilarikan ke Puskesmas, bahkan sampai harus memasang infus dan menetap sementara untuk memulihkan kondisi tubuhnya.
Baca Juga: Garis Polisi Terpasang di SPPG Pilangwetan Demak, Imbas ratusan Santri Diduga Keracunan MBG
"Acara Kartinian berakhir petaka, siswa SD di Rembang diduga keracunan setelah santap MBG," tulis akun Instagram @feedgramindo dalam unggahannya dikutip SketsaNusantara.id pada hari Rabu, 22 April 2026.
Diketahui, peristiwa ini terjadi setelah para siswa mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disiarkan setelah kegiatan di luar ruangan.
Akibatnya, sejumlah siswa harus dilarikan ke Puskesmas terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.
"Tadi acara Kartinian, kita jalan-jalan ke pantai terus dikasih makan MBG. Saya minum susu, tapi rasanya nggak enak, lama-lama kecut. Nggak lama terus sakit perut sama pusing," ujar salah satu siswa bernama Zakiya yang mengaku merasakan gejala setelah konsumsi MBG.
Berdasarkan informasi yang beredar, sedikitnya ada lebih dari 2 siswa dari SDN Balongmulyo sempat menjalani perawatan di Puskesmas Kragan II.
Sebagian di antaranya sudah diperbolehkan pulang, sementara lainnya masih dalam penanganan tenaga medis karena mengalami muntah dan diare hingga harus dipasang infus.
Gejala yang dialami para siswa umumnya serupa, mulai dari mual, muntah, pusing hingga sakit perut. Keluhan tersebut muncul tidak lama setelah mereka mengonsumsi makanan dan minuman yang dipasarkan dalam kegiatan tersebut.
Kegiatan Kartinian yang harusnya diisi dengan berbagai lomba setelah jalan-jalan rekreasi ke pantai pun terpaksa dihentikan. Para guru segera mengumpulkan siswa yang mengalami keluhan sebelum akhirnya membawa mereka ke puskesmas sekitar pukul 09.30 WIB.