news

Antisipasi Bencana di Pesisir Selatan, PMI Jember Gelar Orientasi SIBAT untuk Bekali Relawan Hadapi Situasi Darurat

Sabtu, 18 April 2026 | 15:57 WIB
PMI menggelar orientasi pertolongan pertama di dua desa yakni desa puger wetan, kecamatan puger dan desa kepanjen, kecamatan gumukmas. (Dok. PMI)

SketsaNusantara.id - Upaya memperkuat kesiapsiagaan bencana terus dilakukan hingga tingkat desa.

Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Jember kembali menggelar orientasi pertolongan pertama bagi relawan Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (SIBAT), Sabtu pagi 18 April 2026.

Kegiatan ini dilaksanakan serentak di dua wilayah, yakni Desa Puger Wetan, Kecamatan Puger, serta Desa Kepanjen, Kecamatan Gumukmas.

Baca Juga: Antusias, Ratusan Siswa SLB-C Tunagrahita TPA Jember Mengikuti Simulasi Tanggap Darurat Bencana yang Digelar PMI Jember

Kedua desa tersebut dikenal memiliki potensi risiko bencana, terutama wilayah pesisir yang rentan terhadap ancaman alam.

Sebanyak 50 peserta terlibat dalam kegiatan tersebut. Masing-masing desa diikuti oleh 25 relawan SIBAT yang selama ini menjadi garda terdepan dalam kesiapsiagaan bencana di lingkungan masyarakat.

Pelatihan ini difokuskan pada peningkatan kemampuan pertolongan pertama. Relawan dibekali pengetahuan dasar serta keterampilan praktis untuk menangani korban sebelum mendapatkan penanganan medis lanjutan di fasilitas kesehatan terdekat.

Baca Juga: PMI Jember Distribusikan Bantuan Logistik untuk 3 Keluarga Korban Bencana di Jenggawah dan Bangsalsari

Program ini menjadi bagian dari kerja sama antara PMI Jember dan Japanese Red Cross Society melalui skema School and Community Resilience (SCR). Kegiatan tersebut dirancang untuk memperkuat kapasitas masyarakat dalam menghadapi situasi darurat.

Ketua SIBAT Desa Kepanjen, H. Mukhlas, menyampaikan bahwa pelatihan ini sangat penting bagi relawan di wilayahnya.

“Relawan SIBAT terus mendapatkan pelatihan agar mereka memiliki kemampuan serta memahami apa yang harus dilakukan pertama kali jika terjadi bencana, terlebih dengan karakteristik Desa Kepanjen yang berada di bibir pantai dan rawan bencana tsunami,” ujarnya.

Kondisi geografis wilayah pesisir menjadi salah satu alasan utama dilaksanakannya pelatihan ini secara intensif. Relawan diharapkan mampu bertindak cepat dan tepat saat menghadapi situasi darurat, terutama dalam tahap awal penanganan korban.

Selain teori, kegiatan ini juga dilengkapi dengan simulasi lapangan. Relawan dilatih secara langsung melalui praktik penanganan korban untuk meningkatkan kesiapan dalam kondisi nyata.

Wakil Ketua PMI Kabupaten Jember, Aep Ganda Permana, menjelaskan bahwa orientasi ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman sekaligus kemampuan teknis para relawan di lapangan.

Halaman:

Tags

Terkini