Ia juga menekankan pentingnya kerja sama lintas sektor dalam penanganan bencana.
“Program SCR ini diharapkan bisa mencetak relawan yang mampu menularkan ilmunya kepada saudara dan masyarakat sekitar. Bupati Jember juga telah mengimbau agar ada kolaborasi yang kuat dari tingkat pemerintah kabupaten hingga ke desa. Jangan sampai saat terjadi bencana, kita jalan sendiri-sendiri,” tegasnya.
Kegiatan orientasi dan pelatihan ini berlangsung selama dua hari, mulai Sabtu hingga Minggu. Seluruh peserta mendapatkan materi yang dirancang untuk meningkatkan kesiapsiagaan, khususnya di wilayah pesisir selatan Jember.
Dengan pelatihan ini, relawan diharapkan mampu menjadi penggerak kesiapsiagaan di lingkungan masing-masing. Mereka juga diharapkan dapat menyebarkan pengetahuan yang diperoleh kepada masyarakat sekitar guna meminimalkan risiko saat bencana terjadi.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Jelang Lebaran 2026, PMI Jember Siagakan Posko Mudik dan Tim Mobile Keliling, Fokus Amankan Jalur Selatan yang Rawan Cuaca Ekstrem
Safari Donor Darah Ramadan Jember Resmi Berakhir, PMI Catat 36 Kantong di Masjid Al Baitul Amin
PMI Jember Evakuasi Lansia 71 Tahun di Gebang ke RS Citra Husada, Bukti Siaga Kesehatan Saat Mudik Lebaran 2026
PMI Jember Gelar Halalbihalal 2026, Tekankan Ukhuwah dan Pentingnya Membersihkan Hati
Jalan Penghubung RT di Kepatihan Jember Lumpuh Akibat Longsor, PMI dan BPBD Turun Tangan Lakukan Penanganan Cepat