news

Duduk Perkara Jusuf Kalla Dilaporkan ke Polisi Atas Dugaan Penistaan Agama, Ceramah di Masjid UGM soal Mati Syahid Tuai Polemik, Begini Tanggapan JK

Senin, 13 April 2026 | 16:00 WIB
Potret Jusuf Kalla (JK) saat menyampaikan ceramah di masjid Kampus UGM yang menuai polemik hingga dilaporkan ke polisi atas dugaan penistaan agama (YouTube Masjid Kampus UGM)

"Allah adalah Tuhan yang dipandang sebagai sumber kasih dan kehidupan. Oleh karena itu, mencintai berarti menghormati seluruh makhluk hidup sebagai bagian dari ciptaan-Nya," imbuhnya.

Gusma turut mengingatkan bahwa penyampaian narasi keagamaan di ruang publik harus didasarkan pada pemahaman yang utuh dan tidak disederhanakan secara berlebihan. Sebab, hal tersebut berpotensi menimbulkan kesalahpahaman hingga memicu ketegangan sosial.

Sementara itu, pihak Jusuf Kalla mengklafirikasi terkait laporan tersebut. Juru bicara Jusuf Kalla, Husein Abdullah dengan tegas membantah tuduhan tersebut dan membeberkan fakta di balik ceramah yang disampaikan JK.

Baca Juga: Bukan Hanya Rismon Sianipar, Jusuf Kalla Resmi Laporkan Sejumlah Pihak ke Bareskrim Polri, Ini Pasal-Pasal yang Disangkakan

Berdasarkan pantauan SketsaNusantara.id dari video yang diunggah di kanal YouTube Masjid Kampus UGM, JK kala itu membahas mengenai konflik yang belakangan ini kerap terjadi, terutama di negara-negara Islam.

JK mencontohkan konflik yang terjadi di Timur Tengah antara Amerika dan Israel dengan Iran. Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) itu juga menyoroti konflik yang terjadi di Poso dan Ambon yang terjadi di tahun 1998 hingga awal tahun 2000-an.

Sebagai informasi kerusuhan di dua wilayah tersebut bermula dari perselisihan antar kelompok. Penyebab utamanya bukanlah tentang agama itu, melainkan ketimpangan sosial-ekonomi, perebutan kekuasaan politik, dan provokasi yang menggunakan isu agama untuk memobilisasi massa.

Baca Juga: Viral! Tuduh Pelanggan Mencuri, Pemilik Salon di Lebak Paksa Sumpah Injak Al-Qur'an, Kini Keduanya Ditangkap Polisi Sebagai Dugaan Penistaan Agama

"Kalau dilihat, konflik di luar negeri hampir sama dengan di Indonesia, sebabnya karena ketidakadilan. Contoh di Poso dan Ambon itu semua karena ketidakadil sebenarnya, bukan perang agama," tuturnya.

"Kenapa agama gampang dijadikan alasan konflik seperti di Poso dan Ambon? Karena keduanya, islam dan Kristen berpendapat bahwa mati atau menewaskan orang mati itu syahid," imbuhnya.

"Semua pihak, Kristen juga berpikir kalau saya bunuh orang Islam dan saya mati pun itu syahid. Kalau konfliknya orang membawanya ke agama, akhirnya susah berhenti," pungkasnya.

Perlu diketahui, bahwa konflik di Poso dan Ambon yang diprovokasi isu SARA berakhir melalui penandatanganan Deklarasi Malino I pada Desember 2001 yang dimediasi oleh pemerintah pusat melalui Jusuf Kalla.***

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini 

Halaman:

Tags

Terkini