SketsaNusantara.id - Mantan Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla (JK) kembali menjadi sorotan publik setelah dilaporkan ke Polda Metro Jaya atas dugaan penistaan agama pada hari Senin, 13 April 2026.
Pengurus Pusat Pemuda Katolik, DPP Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMK) dan sejumlah organisasi lainnya melaporkan JK buntut pernyataannya dalam ceramah di Masjid Universitas Gadjah Mada (UGM) yang menuai polemik.
Kabar pelaporan ini mencuat setelah beredar video ceramah JK di bulan Ramadhan bulan Maret 2025 lalu yang membahas tentang mati syahid.
Baca Juga: Dituding Danai Rp5 Miliar untuk Isu Ijazah Palsu Jokowi, Jusuf Kalla Akan Polisikan Rismon Sianipar
Dalam potongan video yang beredar, JK seolah menjelaskan bahwa Kristen dan Islam memiliki konsep keyakinan yang sama soal mati syahid dan dianggap melenceng dari ajaran agama keduanya.
"Semua pihak, Kristen dan Islam berpendapat bahwa kalau mati atau menewaskan orang itu syahid. Misalnya bunuh orang Islam, atau dia mati pun itu mati dianggap syahid, orang Kristen juga berpikir begitu," kata JK, dikutip dari cuplikan video yang diunggah akun Instagram @feedgramindo.
Stefanus Gusma, Ketua Umum Pengurus Pusat Pemuda Katolik meluruskan bahwa ceramah yang disampaikan bisa menimbulkan kesalahpahaman publik terkait ajaran Kristiani, terutama dalam konteks nilai-nilai dasar iman yang kerap disalahartikan.
"Dalam ajaran Kristiani, kasih adalah hukum yang utama. Iman kami tidak mengajarkan kekerasan sebagai jalan kesaksian, melainkan pengorbanan, kerendahan hati, dan kesediaan menderita tanpa membalas," tegas Gusma dalan keterangannya, pada hari Senin, 13 April 2026.
Lebih lanjut, dijelaskan bahwa konsep mati syahid dalam tradisi Gereja tidak pernah diartikan sebagai tindakan menyerang atau menghilangkan nyawa orang lain.
Sebaliknya, hal tersebut dimaknai sebagai bentuk kesetiaan dan keteguhan iman, bahkan hingga rela berkorban demi membela kebenaran
"Dalam alkitab (Matius 5:44) dijelaskan bahwa, kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu. Ini menunjukkan bahwa kasih dalam iman Kristiani bersifat radikal, melampaui logika balas dendam," kata Gusma.
Menurutnya, kasih dalam tradisi Kristiani tidak hanya ditujukan kepada sesama manusia sebagai ciptaan Tuhan, tetapi juga mencakup seluruh makhluk hidup.
Artikel Terkait
Bukan Kasus Penistaan Agama, Ini Asal Mula Isa Zega Resmi Jadi Tersangka Terkait Kasus Pencemaran Nama Baik Shandy Purnamasari
Sebut Nabi Muhammad SAW Tokoh Fiksi, Inilah Fakta-fakta Donald Ignasius, Buron yang Ditangkap Polres Jember Dengan Tuduhan Penistaan Agama
Tragedi Pelajar MTs di Tual Maluku Ramai Disorot, Benarkah Meninggal akibat Kecelakaan di Bulan Ramadhan Termasuk Mati Syahid dan Dijamin Masuk Surga?
Soal Penyiraman Air Keras Andrie Yunus, Jusuf Kalla Singgung Kegiatan Wakil Koordinator Kontras: Siapa yang Dirugikan
Misi Perdamaian Berujung Duka, Jusuf Kalla Ajak Doakan Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon
Tuai Pro Kontra, Jusuf Kalla Justru Sarankan Pemerintah Naikkan Harga BBM untuk Mendorong Penghematan Energi, Publik Minta Pertimbangkan Hal Ini