"Anak sekolah merakit senjata? fungsinya apa coba? apalagi ini sekolah berbasis agama, harusnya ada pengawasan ketat dari guru dan kepala sekolah. Peragaannya ini bisa dibatalkan karena beresiko pakai bahan berbahaya yang bisa meledak," tulis warganet.
Terkait hal ini, polisi sudah melakukan penyelidikan dengan melakukan olah TKP (tempat kejadian perkara).
Pihak berwajib menemukan sejumlah komponen dari pecahan plastik, potongan besi hingga bubuk hitam diduga dari alat rakitan tersebut yang didapat di sekitar lokasi.
Beberapa bukti temuan ini dikirim ke Labfor Polda Riau untuk mengetahui penyebab pasti terjadinya ledakan.
Selain itu, pihak berwajib juga mendalami kasus ini dengan memeriksa sejumlah guru terkait termasuk kepala Sekolah Sains Tahfiz Islamic Center Siak, Riau, karena kemungkinan ada kelalaian dari pengawasan dan prosedur keamanan saat ujian praktik berlangsung.
Lebih lanjut, Humas Polda Riau mengungkap bahwa korban termasuk siswa berprestasi di bidang sains dan pernah menjuarai sejumlah kompetisi robotik, yang diselenggarakan oleh Universitas Riau.
"Korban (MA) dikenak cukup menonjol di bidang sains dan teknologi. Ini bukan pertama kali dia melakukan uji coba terhadap hasil karyanya," ungkap Kabid Humas Polda Riau, pada awak media hari Kamis, 9 April 2026.
"Sampai saat ini masih dilakukan pendalaman dan penyelidikan lebih lanjut dengan menunggu hasil forensik untuk memastikan bahan dan penyebab ledakan," tuturnya.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini