Corporate Secretary BNI, Okki Rushartomo, menjelaskan bahwa setiap uang yang beredar melalui mesin ATM telah melewati proses verifikasi berlapis, baik saat pengisian maupun ketika uang disetorkan kembali oleh nasabah.
"Seluruh mesin ATM/CRM telah dilengkapi sistem yang melakukan pengecekan keaslian uang secara otomatis. Selain itu, uang yang beredar juga telah melalui proses pengecekan berlapis, termasuk oleh Bank Indonesia dan pihak terkait," tuturnya dalam keterangan tertulis pada hari Jumat, 3 April 2026.
Dalam kasus ini pihak bank menyebut uang tanpa gambar itu kemungkinan besar termasuk dalam kategori cacat fisik pada uang kertas. Hal ini bisa terjadi, meski jarang ditemui.
Baca Juga: 5 Tips Ajari Anak untuk Mengelola Uang THR, Salah Satunya Utamakan Kebiasaan Menabung Sejak Dini
Dalam hal ini, kewenangan untuk menentukan keabsahan uang tetap berada di tangan Bank Indonesia sebagai otoritas penerbit mata uang rupiah.
Fenomena uang cacat sebenarnya bukan hal yang sepenuhnya baru. Dalam proses produksi uang kertas, ada kemungkinan terjadi kesalahan cetak, meskipun kasus seperti ini tergolong sangat jarang.
Biasanya, uang dengan cacat produksi akan disortir sebelum diedarkan. Namun, dalam kondisi tertentu, ada kemungkinan lolos dari penyaringan.
Lebih lanjut, BNI menyarankan kepada nasabah yang menemukan uang cacat fisik untuk segera melakukan penukaran di kantor cabang bank terdekat atau langsung ke Bank Indonesia. Proses ini bertujuan memastikan keaslian uang sekaligus memberikan penggantian yang sesuai.
"Kami menyarankan nasabah yang menerima uang dengan kondisi tidak sempurna untuk melakukan pengecekan dan/atau penukaran melalui kantor cabang BNI atau loket Bank Indonesia terdekat. BNI juga siap membantu proses klarifikasi sesuai ketentuan yang berlaku," jelasnya.
Pihak bank juga tengah menelusuri lebih lanjut terkait lokasi dan mesin ATM tempat kejadian tersebut terjadi, guna memastikan kualitas layanan tetap terjaga.
Di tengah kehebohan ini, fenomena uang Rp50 ribu polos justru menjadi perbincangan menarik. Di satu sisi, fenomena unik ini menimbulkan kekhawatiran soal sistem distribusi uang. Namun di sisi lain, sebagian orang melihatnya sebagai barang langka yang unik.
"Rame banget udah banyak yang DM aku, makasih. Ada yang nawar uang cacat ini bahkan lebih besar dari nominal uangnya. Gak nyangka ternyata uang polos gini berharga banget, tapi mau aku simpan dulu. Semoga ini bisa jadi pembelajaran ya," tulis akun @nranszs.
Melalui kejadian ini, masyarakat tetap diimbau untuk segera melakukan klarifikasi jika menemukan uang dengan kondisi cacat fisik ke pihak bank agar mendapatkan penanganan yang tepat.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini