news

Malang Resmikan Landmark City of Media Arts, Tegaskan Status UNESCO dan Ambisi Jadi Pusat Ekonomi Kreatif Asia Tenggara

Kamis, 2 April 2026 | 21:00 WIB
Pemerintah Kota Malang meresmikan Landmark Malang City of Media Arts. (Dok. Pemkot Malang)

SketsaNusantara.id - Pemerintah Kota Malang meresmikan Landmark Malang City of Media Arts sebagai simbol penguatan posisi kota dalam jaringan UNESCO Creative Cities Network. Peresmian ini menandai komitmen Malang dalam mengembangkan sektor ekonomi kreatif berbasis media arts.

Momentum tersebut menjadi penegasan peran Malang sebagai salah satu simpul penting dalam ekosistem kreatif nasional. Status ini juga menunjukkan keterlibatan kota dalam jejaring global yang berfokus pada pengembangan kreativitas dan inovasi.

Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menyebut capaian ini merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak. Pendekatan yang digunakan melibatkan unsur akademisi, pelaku usaha, komunitas, pemerintah, media, serta aggregator dalam satu ekosistem.

Baca Juga: 5 Link Twibbon Hari Jadi Kota Malang ke-112, Desain Cantik Cocok Dibagikan dengan Ucapan Selamat di Media Sosial

“Pemerintah tidak selalu harus menjadi pemain utama. Tugas pemerintah adalah menjadi enabler, fasilitator, dan akselerator agar ekosistem kreatif dapat tumbuh dan memberikan dampak bagi masyarakat,” kata Wahyu.

Ia menjelaskan bahwa gerakan Malang City of Media Arts tumbuh dari komunitas dan anak muda. Inisiatif tersebut kemudian mendapat dukungan penuh dari pemerintah daerah untuk berkembang lebih luas.

Sebagai tindak lanjut, pemerintah kota telah menyiapkan berbagai langkah strategis. Salah satunya adalah penyusunan regulasi terkait pengembangan ekonomi kreatif di tingkat daerah.

Baca Juga: Daftar Ucapan Selamat HUT Kota Malang ke-112 Tahun. Kalimat Penuh Kesan Cocok Sebagai Caption Medsos 1 April 2026

Selain itu, penguatan Malang Creative Center dilakukan sebagai pusat inkubasi. Integrasi sektor kreatif juga dimasukkan dalam perencanaan pembangunan daerah secara menyeluruh.

Program dukungan akan difokuskan pada berbagai subsektor, termasuk film, animasi, gim, musik, desain, dan media art. Upaya ini diharapkan dapat memperkuat kapasitas pelaku industri kreatif di Malang.

Koordinator Malang Creative Fusion, Dadik Wahyu Chang, menyatakan bahwa pengakuan UNESCO merupakan hasil perjalanan panjang. Proses tersebut dibangun melalui kolaborasi yang konsisten dari berbagai pihak.

“Penetapan ini bukan hadiah, tetapi buah dari kerja kolektif yang panjang. Ini adalah validasi dunia bahwa ekosistem kreatif Malang telah berada pada standar global,” kata Dadik.

Ia menambahkan bahwa kekuatan utama Malang terletak pada jejaring kolaborasi yang terbuka. Hal tersebut menjadi fondasi dalam menjaga status kota kreatif ke depan.

Sementara itu, tim terkait UNESCO menilai status tersebut harus dimanfaatkan untuk mendorong transformasi kota. Fokusnya mencakup pengembangan talenta, diplomasi budaya, serta peningkatan ekonomi kreatif.

Halaman:

Tags

Terkini