news

Indonesia Kecam Keras Serangan Israel yang Menyebabkan Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon, Seluruh Pasukan Perdamaian Akan Ditarik?

Selasa, 31 Maret 2026 | 09:30 WIB
Potret Praka Farizal Rhomadhon (X @neVerLonly__)

SketsaNusantara.id – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya Farizal Rhomadhon di Lebanon.

Meninggalnya prajurit TNI sebagai penjaga perdamaian PBB (UNIFIL) yang diduga dilakukan oleh Israel tersebut mendapatkan kecaman keras dari pemerintah Indonesia.

Indonesia kehilangan putra terbaik bangsa yang berdedikasi menjaga perdamaian dunia. 

Baca Juga: Berapa Usia Farizal Rhomadhon? Prajurit TNI yang Gugur dalam Misi Perdamaian PBB Pasca Serangan Israel di Lebanon, Unggahan Terakhirnya Jadi Sorotan

Untuk itu, pemerintah lewat Menlu Sugiono menyampaikan rasa simpati dan belasungkawa sedalam-dalamnya kepada keluarga yang ditinggalkan.

"Belasungkawa sedalam-dalamnya atas gugurnya prajurit kita atas nama Praka Farizal Rhomadhon yang bertugas sebagai kontingen UNIFIL di Lebanon," ungkap Sugiono dikutip dari kanal YouTube KOMPASTV.

Sugiono selaku Menlu juga menyampaikan bahwa selain Praka Farizal Rhomadhon, ada 1 rekannya yang saat ini sedang koma dan 2 lainnya luka-luka akibat insiden tersebut.

Baca Juga: Pesan Buya Yahya soal Perdebatan Sunni dan Syiah di Tengah Konflik Israel-AS vs Iran, Tekankan Niat Utama Bela Palestina demi Kemanusiaan

Indonesia menegaskan bahwa serangan sengaja terhadap pasukan perdamaian merupakan pelanggaran berat terhadap hukum humaniter internasional dan Resolusi Dewan Keamanan PBB 1701.

Sebab itu Indonesia mendesak adanya investigasi menyeluruh dan menuntut pertanggungjawaban penuh dari pihak Israel atas insiden tragis ini.

Kini pemerintah terus berkomunikasi dengan Markas Besar PBB di New York dan Komandan UNIFIL di Lebanon untuk memastikan keamanan personel Indonesia lainnya.

Baca Juga: Sederet Kontroversi Nasaruddin Umar, Menag Ramai Dikritik karena Tak Setuju dengan Gerakan Boikot Produk AS-Israel di Tengah Konflik Timur Temgah

Pemerintah juga menyampaikan protes keras melalui jalur diplomatik dan mendesak Dewan Keamanan PBB untuk mengambil langkah nyata guna menghentikan eskalasi kekerasan.

Kini pemerintah juga sedang melakukan repatriasi dengan memastikan proses pemulangan jenazah almarhum ke tanah air dilakukan dengan penghormatan militer tertinggi dan secepat mungkin.

Halaman:

Tags

Terkini