SketsaNusantara.id - Persiapan mudik Lebaran 2026 mulai dimatangkan oleh pemerintah. Infrastruktur jalan menjadi salah satu fokus utama. Langkah ini dilakukan untuk mendukung kelancaran arus mudik dan arus balik.
Setiap tahun, lonjakan pergerakan masyarakat saat Lebaran terus meningkat. Kondisi tersebut membutuhkan kesiapan infrastruktur yang optimal. Pemerintah pun menyiapkan berbagai strategi untuk mengantisipasi hal tersebut.
Kementerian Pekerjaan Umum memastikan kondisi jalan nasional dalam keadaan siap digunakan. Selain itu, posko tanggap darurat juga disiagakan di berbagai titik. Upaya ini dilakukan untuk memberikan rasa aman bagi pemudik.
Sekretaris Jenderal Kementerian Pekerjaan Umum, Ida Nurfarida, menjelaskan langkah yang telah disiapkan.
“Untuk mendukung kelancaran arus mudik dan balik Lebaran, Kementerian PU memastikan seluruh jalan nasional dalam kondisi mantap serta menyiapkan posko dan tim tanggap darurat. Tim ini akan mengidentifikasi lokasi rawan longsor, banjir, maupun titik kemacetan dan bersiaga di posko selama masa mudik,” ujarnya.
Selain memastikan kondisi jalan, pemerintah juga menghentikan pekerjaan konstruksi. Kebijakan ini berlaku untuk pekerjaan yang berpotensi mengganggu arus lalu lintas. Penghentian dilakukan selama periode mudik Lebaran berlangsung.
“Pekerjaan konstruksi di lokasi pemanfaatan badan jalan sudah dihentikan sejak H-10 hingga H+10 Lebaran,” lanjut Ida.
Perbaikan jalan nasional juga dilakukan secara intensif sebelum masa mudik. Pemerintah mencatat ribuan titik jalan telah diperbaiki. Hal ini dilakukan untuk memastikan kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan.
Tercatat sebanyak 102.389 titik lubang telah ditangani di jaringan jalan nasional. Selain itu, tim di lapangan tetap disiagakan. Mereka bertugas menangani kerusakan baru yang mungkin muncul.
Kementerian Pekerjaan Umum juga menyiapkan posko di berbagai lokasi strategis. Posko tersebut ditempatkan di wilayah rawan bencana dan kemacetan. Keberadaan posko diharapkan dapat membantu pemudik saat menghadapi kendala.
Tim tanggap darurat juga dilengkapi dengan peralatan pendukung. Mereka bekerja secara bergantian untuk memastikan layanan tetap berjalan. Sistem piket diterapkan agar pengawasan berlangsung selama 24 jam.
Selain jalan nasional, kesiapan juga dilakukan di jalan tol. Pengelola jalan tol meningkatkan layanan operasional selama periode mudik. Langkah ini mencakup kesiapan petugas hingga fasilitas pendukung.