Selain membuka posko laporan, kepolisian juga melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat proses penyelidikan yang sedang berjalan.
Polri juga menelusuri rekaman kamera pengawas di sekitar lokasi kejadian. Rekaman tersebut diharapkan dapat membantu mengidentifikasi pelaku.
Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Polisi Johnny Eddizon Isir sebelumnya menyampaikan bahwa penyidik sedang mengumpulkan bukti digital. Salah satunya berupa rekaman CCTV dari lokasi kejadian.
Analisis terhadap rekaman tersebut masih berlangsung. Polisi berharap proses tersebut dapat membantu mengungkap identitas pelaku.
Selain itu, polisi juga telah melakukan wawancara terhadap sejumlah saksi. Hingga saat ini setidaknya dua saksi telah dimintai keterangan terkait kejadian tersebut.
Peristiwa penyerangan terhadap Andrie Yunus terjadi pada Kamis malam, 12 Maret 2026. Saat itu korban disiram air keras oleh orang tidak dikenal di kawasan Jakarta Pusat.
Akibat serangan tersebut, Andrie Yunus mengalami luka bakar cukup serius. Laporan menyebutkan sekitar 24 persen bagian tubuh korban mengalami luka akibat insiden tersebut.
Kasus penyerangan terhadap aktivis KontraS ini kini masih dalam proses penyelidikan oleh kepolisian. Polisi menyatakan akan terus menyampaikan perkembangan terbaru dari proses pengusutan yang sedang berlangsung.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!