SketsaNusantara.id - Kasus penyiraman air keras terhadap aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, menjadi perhatian internasional. Kantor Komisaris Tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Hak Asasi Manusia turut menyoroti peristiwa tersebut.
Sorotan tersebut disampaikan melalui akun resmi media sosial X milik Kantor Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia.
Lembaga tersebut menyatakan keprihatinan atas serangan yang menimpa aktivis hak asasi manusia di Indonesia.
Dalam unggahan tersebut, PBB menyebut serangan air keras yang dialami Andrie Yunus sebagai tindakan yang mengkhawatirkan. Serangan tersebut terjadi setelah korban menjalani kegiatan rekaman siniar di Jakarta.
"#Indonesia: Sangat prihatin atas serangan asam mengerikan terhadap Andrie Yunus, Wakil Koordinator Urusan Luar Negeri Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Kekerasan (@Kontras)," tulis PBB.
PBB juga menyampaikan desakan agar kasus tersebut diungkap secara menyeluruh. Selain itu, lembaga internasional tersebut menekankan pentingnya perlindungan terhadap para pembela hak asasi manusia.
"Pembela hak asasi manusia harus dilindungi dalam pekerjaan vital mereka dan dapat mengangkat isu-isu kepentingan publik tanpa rasa takut," tulis PBB.
Peristiwa penyiraman air keras tersebut terjadi setelah Andrie Yunus menyelesaikan kegiatan rekaman siniar. Rekaman tersebut berlangsung di Kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI).
Siniar tersebut mengangkat topik tentang dinamika hukum dan militerisme di Indonesia. Judul rekaman yang dibahas dalam kegiatan tersebut adalah “Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia”.
Kegiatan perekaman siniar berlangsung hingga larut malam. Proses rekaman disebut selesai sekitar pukul 23.00 WIB.
Setelah kegiatan tersebut berakhir, Andrie Yunus meninggalkan lokasi rekaman. Tidak lama setelah itu, terjadi insiden penyiraman air keras terhadap dirinya.
Peristiwa tersebut terjadi di kawasan Jalan Salemba I, Tamang, Jakarta. Serangan tersebut menyebabkan korban mengalami luka bakar pada sejumlah bagian tubuh.