SketsaNusantara.id - Sejumlah negara di Asia mulai memberlakukan sejumlah kebijakan demi mengurangi konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM).
Aksi tersebut merupakan respons terhadap konflik di Timur Tengah yang kian memanas pasca serangan Amerika-Israel ke Iran pada awal Maret 2026 lalu.
Perang yang terjadi di Timur Tengah saat ini berimbas pada harga minyak dunia yang tembus hingga USD 110,02 per barel, naik 8,7 persen dari harga sebelumnya.
Untuk mengatasi krisis minyak dunia yang mengancam di depan mata, sejumlah negara melakukan pengetatan konsumsi BBM.
“Sejumlah negara sudah melakukan pengetatan konsusmi BBM sebagai respons disrupsi pasokan di Timur Tengah,” tulis akun X @perupadata.
Beberapa langkah penghematan BBM tersebut salah satunya adalah menerapkan kebijakan Work From Home atau WFH kepada pegawai pemerintahan.
Dilansir dari unggahan akun X @perupadata, 7 negara di Asia yang mulai mengetatkan konsumsi BBM yakni Filipina, Myanmar, Thailand, Pakistan, Bangladesh, Korea Selatan dan Tiongkok.
Selain WFH, salah satu cara negara-negara tersebut dalam menghemat BBM yakni dengan menerapkan pembelajaran daring di tingkat perguran tinggi.
Lantas apa saja cara-cara lain yang dilakukan ketujuh negara di atas dalam menghadapi krisis minyak dunia? Berikut ini rinciannya.
Baca Juga: Polisi Amankan Pembeli BBM Jerigen di Balung Jember di Tengah Fenomena Panic Buying
1. Filipna