SketsaNusantara.id - Pasca serangan Israel ke Iran akhir Februari 2026 lalu, konflik Timur Tengah kian memanas. Memasuki hari ke-12, ibu kota Teheran kembali menjadi sasaran serangan Israel yang menargetkan infrastruktur energi penting di Iran.
Belum lama ini, militer Israel (IDF) dengan dukungan dari Amerika Serikat (AS), melancarkan serangan udara yang menghantam sejumlah fasilitas minyak Iran di Teheran dan sekitarnya.
Serangan tersebut dilakukan pada hari Sabtu malam, 7 Maret 2026 yang memicu kebakaran besar dan menandai eskalasi baru dalam konflik yang melibatkan kedua negara.
Serangan udara Israel menargetkan beberapa fasilitas energi strategis yang digunakan untuk mendukung infrastruktur militer Iran.
Media Timur Tengah, Al Jazeera mengabarkan bahwa salah satu kilang minyak terbesar di Iran yang terletak di selatan Teheran telah terkena hantaman rudal Israel.
Alhasil, fasilitas penyimpanan bahan bakar di Teheran mengalami kebocoran hingga minyak mengalir ke jalanan sekitar. Selain itu, gudang penyimpanan minyak di timur laut Teheran dan di Provinsi Alborz juga ikut diserang.
Serangan tersebut menimbulkan kebakaran hebat. Ledakan menciptakan bola api raksasa yang menerangi langit malam Teheran.
Asap hitam pekat membumbung tinggi ke udara membentuk awan tebal yang kemudian memicu fenomena yang disebut warga sebagai "hujan hitam" atau hujan asam yang mencemari kota.
Dalam sejumlah video yang beredar di media sosial, terekam detik-detik langit Teheran yang perlahan diselimuti awan gelap dan memicu terjadinya hujan asam beracun.
"Pemboman kilang minyak oleh Israel menyebabkan curah hujan jenuh dengan minyak, mengakibatkan hujan asam dan awan hitam beracun di atas Teheran, Iran," ungkap akun X @SupressedNws1 yang mengunggah rekaman tersebut, dikutip SketsaNusanatara.id pada hari Senin, 9 Maret 2026.
Fenomena hujan hitam ini diduga merupakan dampak langsung dari kebakaran hebat di kilang minyak Teheran.
Ketika jutaan liter minyak dan bahan kimia terbakar, partikel jelaga (karbon) serta gas beracun naik ke atmosfer dan bercampur dengan awan, hingga kemudian turun kembali ke permukaan bumi sebagai hujan dengan tetesan air yang berwarna gelap.