news

Aksi Begal Modus Mata Elang di Kalideres, Petugas Keamanan Bank Jadi Korban Perampasan dan Kekerasan

Jumat, 6 Maret 2026 | 13:09 WIB
Seorang petugas keamanan menjadi korban begal di Kalideres setelah dihentikan pelaku dengan modus mata elang saat melintas di Jalan Daan Mogot. ((X/RadioElshinta))

SketsaNusantara.id - Kasus kejahatan jalanan kembali terjadi di wilayah Jakarta Barat.

Seorang petugas keamanan (security) yang bekerja di salah satu bank Islam di wilayah Cisoka, Tangerang, menjadi korban aksi begal dengan dugaan modus “mata elang” saat melintas di Jalan Daan Mogot, Kalideres.

Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu pagi, 4 Maret 2026, saat korban tengah mengendarai sepeda motor.
 
Baca Juga: Bosan Kurma Biasa Untuk Buka Puasa? Coba Kreasi Menu Smoothie Kurma Pisang, Sehat dan Lezat

Insiden ini menambah daftar panjang kasus kriminalitas jalanan yang kerap terjadi di jalur sepi pada waktu-waktu tertentu, terutama pada pagi hari.

Dilansir SketsaNusantara.id dari akun X @RadioElshinta, peristiwa tersebut bermula ketika korban sedang melintas di kawasan tersebut menggunakan sepeda motor miliknya.

“Seorang petugas keamanan (security) salah satu bank Islam di Cisoka, Tangerang, menjadi korban begal dengan dugaan modus matel (mata elang) di Jalan Daan Mogot, Kalideres, Jakarta Barat,” tulis akun tersebut.
 
Baca Juga: Begal Sadis Beraksi di Patrang Jember, Pengendara Vario 160 Kehilangan Motornya Oleh 2 Pelaku Bersenjata Karambit

Berdasarkan informasi yang beredar, peristiwa bermula saat korban tengah dalam perjalanan menggunakan sepeda motor. Saat itu situasi jalan relatif sepi dan korban tidak menyadari sedang menjadi target para pelaku.

Tidak lama kemudian, situasi berubah ketika beberapa orang pelaku yang mengendarai kendaraan roda dua mulai mendekati korban. Para pelaku diduga sudah mengincar korban sejak awal.

Disebutkan bahwa tiba-tiba, empat orang pelaku yang mengendarai dua sepeda motor memepet korban di jalan.
 
Baca Juga: Terekam CCTV, Aksi Begal Payudara di Cikarang Barat Resahkan Warga dan Picu Perburuan Pelaku

Aksi pemepetan tersebut membuat korban tidak memiliki banyak ruang untuk menghindar. Situasi yang terjadi berlangsung cepat sehingga korban tidak sempat menyelamatkan diri.

Setelah berhasil menghentikan korban, para pelaku kemudian melontarkan tuduhan tertentu kepada korban. Tuduhan tersebut diduga menjadi bagian dari modus operandi untuk membuat korban kebingungan sekaligus terintimidasi.

Dalam keterangan yang dibagikan disebutkan bahwa para pelaku kemudian menuduh korban menunggak angsuran kendaraan selama tiga bulan.

Modus seperti ini kerap disebut sebagai modus “mata elang”, yaitu tindakan pelaku yang berpura-pura sebagai pihak penagih utang kendaraan untuk menghentikan targetnya di jalan.

Dengan memanfaatkan situasi tersebut, para pelaku kemudian melanjutkan aksinya dengan merampas barang milik korban.

Setelah melakukan intimidasi terhadap korban, para pelaku langsung mengambil barang-barang milik korban. Aksi perampasan dilakukan dengan cepat sehingga korban tidak sempat melakukan perlawanan.

Dalam keterangan disebutkan bahwa tak lama berselang, pelaku langsung merampas sepeda motor milik korban beserta tas yang berisi handphone dan dompet.

Perampasan tersebut membuat korban kehilangan kendaraan serta sejumlah barang berharga yang dibawanya saat itu.

Kejadian ini menunjukkan bahwa pelaku tidak hanya berniat melakukan penipuan dengan modus penagihan utang kendaraan, tetapi juga melakukan perampasan secara langsung.

Selain kehilangan barang miliknya, korban juga dilaporkan mengalami tindakan kekerasan fisik, dipukul, serta didorong hingga terjatuh ke kali di pinggir jalan. Aksi kekerasan tersebut terjadi saat korban mencoba mempertahankan diri.

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka-luka akibat tindakan kekerasan yang dilakukan oleh para pelaku. Selain itu, korban juga mengalami kerugian materi yang cukup besar akibat kehilangan kendaraan dan barang berharga.

Setelah kejadian tersebut, kasus ini kemudian dilaporkan kepada pihak kepolisian. Aparat keamanan saat ini tengah melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas para pelaku serta mengejar mereka.

Pihak kepolisian diharapkan dapat segera mengungkap jaringan pelaku yang terlibat dalam aksi kriminal tersebut, mengingat modus serupa kerap terjadi di sejumlah wilayah.***

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara. Di sini. KLIK DI SINI!

Tags

Terkini