SketsNusantara.id – Meski Menteri ESDM Bahlil Lahadalia meminta masyarakat tenang terkait pasokan energi, namun ketegangan geopolitik di Timur Tengah tetap menimbulkan kepanikan bagi masyarakat.
Kepanikan masyarakat memuncak setelah tersiar kabar bahwa kapal tanker Pertamina kini tertahan di Selat Hormuz, rupanya kabar ini menimbulkan kepanikan tersendiri bagi warga Aceh.
Seperti dikutip dari kanal YouTube KOMPASTV, warga Aceh kini melakukan panic buying dengan berbondong-bondong memenuhi pom bensin dengan membawa jirigen-jirigen besar.
Baca Juga: Stok BBM Jember Melimpah, Bupati Gus Fawait Minta Warga Tak Terpancing Isu Kelangkaan
Seperti kita ketahui bersama bahwa kini 2 kapal tanker raksasa milik PT Pertamina International Shipping (PIS) dilaporkan tertahan di Selat Hormuz menyusul penutupan jalur maritim paling krusial di dunia tersebut.
Dua kapal tanker tersebut, Pertamina Pride dan Gamsunoro, saat ini tertahan akibat eskalasi konflik di kawasan Teluk.
Situasi ini memicu reaksi berantai, termasuk fenomena panic buying BBM yang terjadi di sejumlah wilayah di Aceh.
Baca Juga: Buntut Perang Iran Vs Israel-AS, Hiswana Migas Besuki Imbau Warga Tak Panic Buying: Stok BBM Aman
Pihak Pertamina memastikan bahwa seluruh kru kapal dalam kondisi selamat dan kapal berada di titik koordinat yang aman.
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia kini menegaskan bahwa pemerintah sedang mengupayakan langkah diplomasi tingkat tinggi untuk memastikan keamanan aset negara tersebut.
Meski demikian, kabar tertahannya kapal tanker ini direspons dengan kekhawatiran secara lebih oleh masyarakat di Aceh.
Baca Juga: Imbas Konflik AS-Israel dan Iran, Umi Pipik Cancel Keberangkatan Umrah Demi Keselamatan Jemaah
Sejak kemarin, 4 Maret 20026, antrean kendaraan mengular di berbagai SPBU di Banda Aceh, Aceh Besar, hingga Aceh Tengah. Beberapa warga mengaku khawatir jika stok BBM akan habis dalam hitungan minggu.