"Ini baru bupati yang patut dicontoh, tapi terlalu merakyat nggak sih, takutnya bapak dikira tidak menghargai Marwah sebagai seorang pejabat. Harusnya semua pemimpin Indonesia kaya gini, nggak banyak gimmick," imbuh warganet lainnya.
"Saking banyaknya pejabat yang nyeleneh kelakuannya, sampe hal normal begini jadi keliatan lebih istimewa. Semoga sehat selalu pak Bupati," tulis warganet lainnya.
Momen sederhana ini ramai disorot seolah menjadi "fenomena langka" di tengah polemik Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas'ud yang menuai kritik usai mengusulkan pengadaan mobil dinas baru dengan anggaran Rp 8,5 miliar.
Rudy mengatakan bahwa dirinya selama ini menggunakan mobil pribadi dan belum menerima mobil dinas untuk mendukung agenda nasional sekaligus menjaga citra atau marwah Kalimantan Timur seabagai wilayah yang menjadi penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).
Pernyataan Gubernur Kaltim menuai kritik. Tak hanya Gubernur Kaltim, Sarifah Suraidah, istri Rudy Mas'ud ikut ramai diperbincangkan lantaran gaya busananya yang terlalu mewah.
Dalam sejumlah unggahan di akun media sosialnya, anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar tersebut kerap tampil dengan busana glamor lengkap dengan perhiasan mencolok dan topi besar. Penampilannya bahkan sempat disindir warganet mirip "Noni Belanda".
Alih-alih meredakan polemik dan memperbaiki diri, istri Gubernur Kaltim itu sempat menyatakan bahwa "hidup cuma sekali" dan ingin melakukan apapun yang membuatnya bahagia.
Gaya berpakaian glamor seolah menunjukkan gaya hidupnya yang mewah dan disebut-sebut jadi hal yang menyenangkan dan menunjukkan jati diri Suraifah Suraidah yang sebenarnya.
Perdebatan mengenai gaya hidup pejabat publik pun kembali mencuat. Bukan tanpa alasan, publik mengkritik gaya berpakaian pejabat negara karena dianggap tak sensitif dengan kondisi masyarakat.
Masyarakat menilai pejabat negara seharusnya lebih peka terhadap kondisi rakyat, terutama di tengah situasi ekonomi yang masih belum stabil.
Ketika banyak warga tak mampu yang berjuang hidup di tengah himpitan ekonomi saat ini, pejabat publik yang gajinya bersumber dari pajak rakyat malah justru menunjukkan gaya hidup glamor yang membuat publik geram.
Bagi sebagian publik, gaya hidup sederhana yang ditunjukkan oleh pemimpin daerah seperti Syarwani dianggap menjadi contoh bahwa seorang pejabat tetap bisa dekat dengan masyarakat tanpa harus menampilkan kemewahan.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini