news

Hujan Es Mengguyur Prambanan, Warga Kebondalem Elor Terkejut dengan Butiran Es Berukuran Besar

Rabu, 4 Maret 2026 | 18:45 WIB
Butiran es berserakan di halaman warga Kebondalem Elor, Prambanan, usai hujan es mengguyur wilayah tersebut. (X/merapi_uncover)

Meski demikian, hingga berita ini disampaikan, belum ada laporan resmi mengenai kerusakan bangunan atau korban jiwa akibat kejadian tersebut.

“Namun, warga diimbau untuk tetap waspada dan berlindung di tempat yang aman jika fenomena serupa kembali terjadi, mengingat ukuran es yang dapat membahayakan keselamatan atau merusak aset properti,” demikian imbauan yang turut disampaikan dalam unggahan tersebut.

Secara meteorologis, hujan es atau hail biasanya terjadi akibat adanya awan cumulonimbus yang tumbuh sangat tinggi dan memiliki arus udara vertikal yang kuat.

Dalam kondisi tertentu, butiran air di dalam awan akan terdorong naik turun oleh arus tersebut hingga membeku dan membesar sebelum akhirnya jatuh ke permukaan bumi sebagai es.

“Pihak terkait biasanya menjelaskan bahwa fenomena hujan es (hail) seringkali terjadi akibat adanya awan kumulonimbus yang sangat besar dan tinggi pada masa transisi cuaca,” tulis laporan tersebut.

Masa peralihan musim memang kerap ditandai dengan perubahan cuaca ekstrem dalam waktu singkat, termasuk hujan deras yang disertai angin kencang dan petir.

Kondisi geografis Prambanan yang berada di wilayah peralihan antara dataran rendah dan kawasan perbukitan memungkinkan terbentuknya awan konvektif secara cepat, terutama ketika suhu udara siang hari cukup panas.

Perpaduan panas permukaan dan kelembapan tinggi dapat memicu pembentukan awan cumulonimbus yang berpotensi menghasilkan hujan es.

Fenomena ini pun menjadi perhatian warga setempat. Banyak yang mengaku terkejut karena kejadian tersebut berlangsung pada siang hari ketika aktivitas masyarakat masih berjalan normal.

Beberapa warga memilih berteduh dan menunda aktivitas luar ruangan hingga kondisi kembali aman.

Meskipun tidak ada laporan kerusakan signifikan, hujan es tetap berpotensi menyebabkan kerugian material, terutama jika ukuran butiran es cukup besar dan berlangsung lama.

Atap rumah berbahan ringan, kendaraan yang terparkir di luar, serta tanaman pertanian dapat terdampak apabila intensitas hujan es tinggi.***

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!

Halaman:

Tags

Terkini