SketsaNusantara.id - Dugaan penembakan terhadap seorang warga saat aksi unjuk rasa di Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, memicu perhatian publik dan respons dari sejumlah pihak.
Insiden tersebut disebut terjadi di Jalan Hauling PT Asmin Bara Barongan, Desa Barongan, Selasa, 3 Maret 2026.
Dilansir SketsaNusantara.id dari akun X @neVerAl0nely___, peristiwa itu menuai reaksi keras dari Ketua DPRD Kota Palangka Raya, Sigit K Yunianto.
Ia menyerukan agar seluruh pihak dapat menahan diri dan tidak terprovokasi oleh berbagai informasi yang beredar luas, termasuk melalui media sosial dan grup percakapan.
Dalam pernyataannya, Sigit menegaskan pentingnya kehati-hatian dalam menyikapi kabar yang beredar.
“Saya masih mengonfirmasi kebenaran informasi penembakan yang dilakukan aparat kepada warga yang berunjuk rasa di lingkungan PT Asmin Bara Barongan. Apabila benar dilakukan aparat, maka ini merupakan tindakan represif yang berlebihan. Aparat harus menahan diri untuk tidak menggunakan senjata dan mengedepankan dialog dengan para pengunjuk rasa,” tegasnya seperti yang dikutip dari akun @neVerAl0nely___.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa hingga saat ini, informasi terkait dugaan penembakan masih dalam tahap verifikasi.
Namun demikian, ia menilai bahwa pendekatan dialogis seharusnya menjadi prioritas dalam menghadapi aksi massa, terutama ketika menyangkut keselamatan warga sipil.
Insiden tersebut diduga terjadi sekitar siang hari ketika aksi unjuk rasa berlangsung. Berdasarkan informasi yang beredar, seorang korban bernama Raja Gungu disebut mengalami luka tembak di bagian kaki.
Korban disebut merupakan Koordinator Aksi Masyarakat Adat Kalteng (AMAK) dan Aliansi Ormas Dayak.
Dalam unggahan yang beredar, disebutkan bahwa korban telah dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.