SketsaNusantara.id - Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq akhirnya buka suara terkait kabar dirinya terjaring operasi tangkap tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Belum lama ini, KPK menggelar operasi senyap di Pekalongan, Jawa Tengah terkait kasus dugaan korupsi yang melibatkan penyelenggara.
KPK menyebut pihaknya telah mengamankan sejumlah pihak, salah satunya adalah Bupati Pekalongan. Fadia Arafiq dibawa ke Gedung Merah Putih Jakarta untuk menjalani proses pemeriksaan lebih lanjut untuk menetapkan statusnya sebagai tersangka atau saksi.
Setelah menjalani pemeriksaan 1x24 jam di Gedung KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq membantah dirinya terjaring OTT KPK.
Kemunculannya pun mencuri perharian publik lantaran Fadia keluar dengan mengenakan rompi oranye yang dikaitkan dengan statusnya sebagai tersangka.
Politisi dari Partai Golkar itu mengklaim tidak ada barang bukti yang menunjukkan ia terlibat dalam dugaan kasus korupsi.
Saat keluar dari gedung KPK, Fadia menyatakan kepada media bahwa ia tidak membawa atau menerima barang suap apa pun.
"Saya tidak ada barang apa-apa, barang serupiah pun tidak ada," ujarnya dikutip SketsaNusantara.id dari video wawancara yang diunggah akun Instagram @feedgramindo pada hari Rabu, 4 Maret 2026.
Putri A Rafiq itu juga berdalih bahwa ia sedang membahas program Makan Bergizi Gratis (MBG) bersama Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, hingga kemudian tim KPK datang menggrebek rumahnya.
"Yang pasti, saya tidak kena OTT. Pada saat penangkapan, mereka menggerbek ke rumah saat itu saya sedang sama Pak Gubernur Jawa Tengah," ungkapnya.
"Demi Allah, barang satu pun, saya nggak ada. Waktu itu saya ijin Pak Gubernur, bahwa saya besok tidak bisa hadir Acara MBG," imbuhnya.
Fadia menegaskan bahwa dirinya tidak terlibat dalam praktik korupsi yang dituduhkan dan merasa kedatangannya ke KPK bukan karena terjaring OTT KPK.