SketsaNusantara.id - Bangsa Indonesia berduka atas berpulangnya Wakil Presiden ke-6 RI, Jenderal TNI (Purn.) Try Sutrisno, pada usia 90 tahun.
Kepergian sosok negarawan ini meninggalkan catatan sejarah penting yang selama ini mungkin luput dari sorotan utama masyarakat Indonesia.
Dimana Try Sutrisno rupanya dipandang memiliki peran yang krusial dalam menjaga stabilitas konstitusional saat badai Reformasi 1998 melanda.
Seperti kita ketahui bersama bahwa Try Sutrisno merupakan wakil presiden RI ke 6 mendampingi Presiden Soeharto pada periode tahun 1993 hingga 1998, sebelum kemudian digantikan BJ Habibie.
Menurut wartawan senior, Try Sutrisno memiliki peran penting dalam salah satu periode paling krusial dalam sejarah Indonesia tersebut.
Dimana periode paling krusial yang dialami Indonesia adalah pada tahun 1998 saat terjadi gejolak reformasi.
Meski saat itu masa jabatannya mendampingi Soeharto telah berakhir namun ia tak berhenti berjuang menjaga persatuan bangsa dan mencegah konflik yang lebih luas saat transisi.
"Apa yang terakhir kali Pak Try perjuangkan adalah NKRI, Pancasila dan Undang-Undang dasar 1945," ungkap salah satu wartawan senior Suhartono, dilansir SketsaNusantara.id dari YouTube Kompas TV.
Menurut Suhartono, Try Sutrisno merupakan tokoh yang selalu menjaga agar 3 nilai-nilai diatas tidak hilang dari NKRI.
Di masa lalu, pada tahun 1998 merupakan periode paling krusial dalam sejarah modern Indonesia.
Di tengah tekanan massa dan ketidakpastian politik, Try Sutrisno yang saat itu telah purnatugas sebagai Wapres, tetap menjadi tokoh berpengaruh di lingkaran militer dan politik.