Bahkan pada saat itu, Sutrisno dan keluarga sempat mengungsi hingga putus sekolah dan mencari nafkah sendiri dengan berjualan rokok dan koran.
Barulah pada 1949, setelah Belanda mengakui kemerdekaan Indonesia, Sutrisno dan keluarganya kembali ke Surabaya
Pendidikan Try Sutrisno
Try Sutrisno menghabiskan masa kecilnya di Surabaya hingga tahun 1955.
Selepas lulus dari sekolah menengah, ia memilih masuk pendidikan militer di Atekad (Akademi Teknik Angkatan Darat) hingga lulus pada tahun 1959.
Setelah diangkat menjadi perwira muda TNI AD, Sutrisno mengikuti banyak kursus-kursus militer selama tahun 1960-an.
Hingga akhirnya pada tahun 1972, ia berkesempatan melanjutkan pendidikan strategis di Seskoad (Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat).
Karier Militer Try Sutrisno
Dilansir SketsaNusantara.id dari laman resmi TNI, Try Sutrisno dikenal sebagai perwira sekaligus negarawan yang jujur, sederhana dan berdedikasi tinggi serta berpendirian teguh.
Karier militer Try Sutrisno dimulai pada tahun 1959, sesaat setelah ia lulus dari Atekad.
Saat itu ia bertugas di kesatuan zeni tempur hingga beralih ke dalam jalur komando teritorial.
Perjalanan kariernya cukup mulus hingga pernah menduduki sejumlah jabatan strategis seperti komandan satuan hingga Panglima Kodam.