news

LD PWNU Jatim Luncurkan Program Da’i Bina Desa Aswaja An-Nahdliyah di Ngluyu Nganjuk

Selasa, 17 Februari 2026 | 17:45 WIB
Pembukaan Da'i Bina Desa Aswaja An Nahdliyah. (SketsaNusantara.id)

Salah satu pengurus LD PWNU Jatim yang juga Wakil Ketua Yayasan Universitas Islam Malang, KH Ali Ashari menambahkan, peserta program tidak hanya berasal dari kader Unisma, tetapi juga dari berbagai komunitas da’i lainnya.

Baca Juga: Mall Ciputra Cibubur Bekasi Terbakar, Damkar Kota Bekasi Kerahkan 2 Unit Mobil Pemadam Kebakaran

“Dalam kegiatan ini tidak hanya da’i kader dari Unisma, tetapi juga kumpulan da’i lain yang kami singkat KUDA. Ternyata ‘kudanya’ banyak, ada Kuda Ireng, Kuda Unisma, dan Bulukuda,” ujarnya berseloroh.

Ketua LD PWNU Jawa Timur, KH M Syukron Djazilan dalam pesannya menegaskan, bahwa dakwah memerlukan kolaborasi dan keteladanan sebagaimana dicontohkan Rasulullah SAW.

“Zaman Nabi, berdakwah tidak langsung banyak, tetapi penuh rahmah. Tidak memukul, tetapi merangkul dengan kesabaran. Orang yang berdakwah insya Allah akan mendapatkan pertolongan dari Allah SWT,” tuturnya.

Baca Juga: Momen Ulang Tahun Raffi Ahmad ke-39, Rayakan Bersama Nagita Slavina hingga Rafathar

Di tingkat lokal, Ketua Tanfidziyah MWC NU Kecamatan Ngluyu, Kiai Roji, menyampaikan kondisi sosial masyarakat cukup beragam, bahkan terdapat desa yang jauh dari jangkauan sinyal komunikasi.

“Dibutuhkan mental yang kuat dalam berdakwah di wilayah seperti ini,” ujarnya.

Sementara itu, Camat Ngluyu, Sanusi, dalam sambutannya memperkenalkan kearifan lokal setempat, termasuk larangan penggunaan motif batik parang di wilayah tersebut.

Baca Juga: Menelan Uap Masakan saat Puasa: Apakah Membatalkan? Ini Penjelasan Ulama yang Jarang Diketahui Banyak Orang

“Ngluyu adalah wilayah ujung utara Kabupaten Nganjuk. Di sini ada larangan menggunakan batik parang. Baik dalam bentuk sarung, baju, maupun bungkus kado. Larangan ini tidak boleh ditawar,” tegasnya.

Dengan kolaborasi lintas lembaga dan semangat dakwah yang santun, Program Da’i Bina Desa Aswaja An-Nahdliyah diharapkan mampu memperkuat nilai-nilai keislaman moderat, mempererat ukhuwah, serta membangun kehidupan masyarakat yang damai dan religius selama Ramadan dan seterusnya.***

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini

Halaman:

Tags

Terkini