news

Siapa KH Sholeh Darat dan Mengapa Diusulkan Pemkot Semarang sebagai Pahlawan Nasional?

Sabtu, 14 Februari 2026 | 22:00 WIB
Potret KH Sholeh Darat (Instagram @ijazahkyai)

 

SketsaNusantara.id - Nama KH Sholeh Darat kini semakin menggema, bukan hanya di lingkungan pesantren, tetapi juga di panggung sejarah nasional. 

Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang secara resmi memberikan penghargaan kepadanya sebagai Tokoh Moderasi Beragama. 

Langkah ini merupakan bagian dari rangkaian strategis untuk mengusulkan sang ulama besar sebagai Pahlawan Nasional, seperti dikutip dari kanal YouTube tvOneNews.

Siapa K.H Sholeh Darat?

Sholeh Darat lahir dengan nama Muhammad Sholeh bin Umar al-Samarani yang lahir pada tahun 1820 dan wafat pada tahun 1903.

Ia lahir sebagai putra dari Kiai Umar, seorang ulama sekaligus pejuang dan tangan kanan Pangeran Diponegoro.

Ia juga dikenal sebagai intelektual Muslim paling berpengaruh di tanah Jawa pada abad ke-19 dengan mendirikan pesantren di kawasan Darat, Semarang, yang kemudian menjadi "kawah candradimuka" bagi lahirnya tokoh-tokoh besar bangsa.

Sholeh Darat juga dikenal sebagai guru dari para guru dimana 2 murid utamanya adalah pendiri organisasi Islam terbesar di Indonesia yakni KH Hasyim Asy'ari (Nahdlatul Ulama) dan KH Ahmad Dahlan (Muhammadiyah).

Selain itu, ia juga merupakan mentor spiritual bagi RA Kartini, pahlawan emansipasi wanita.

Pada Kamis, 12 Februari 2026, Sholeh Darat mendapatkan penghargaan sebagai tokoh moderasi yang diberikan oleh Pemkot Semarang.

Penghargaan ini didasarkan pada tiga pilar utama pemikirannya yakni pribumisasi Islam melalui aksara Paragon, penengah arus pemikiran serta spiritualitasnya yang inklusif.

Berdasarkan hal itu, Pemkot Semarang menilai bahwa peran KH Sholeh Darat telah memenuhi syarat sebagai Pahlawan Nasional.

Pengusulan namanya sebagai Pahlawan Nasional bukan hanya soal gelar, tapi soal pengakuan atas nilai-nilai moderasi yang ia wariskan untuk keutuhan NKRI.

Halaman:

Tags

Terkini