SketsaNusantara.id - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan publik setelah beredarnya sebuah video viral yang memperlihatkan dugaan buah apel dalam kondisi tidak layak konsumsi dibagikan kepada siswa sekolah dasar.
Video tersebut diunggah oleh akun media sosial Ken Hans dengan keterangan lokasi SD Negeri 34 Ampenan yang beralamat di Jl Adi Sucipto Ampenan, Kec. Ampenan, Kota Mataram, Prov. Nusa Tenggara Barat.
Dalam tayangan video yang dihimpun SketsaNusantara.id dari unggahan akun X @kenhans03, terlihat beberapa buah apel yang bagian dalamnya tampak menghitam dan membusuk.
Baca Juga: Viral Menu MBG di SDN Kampung Pajak, Siswa Dapat Telur Setengah Matang dan Tuai Sorotan
Meski terdapat perbedaan angka sekolah dalam keterangan video dan unggahan lokasi yang menyebut SD Negeri 34 Ampenan, informasi tersebut tetap memicu perhatian luas dari masyarakat.
Unggahan itu dengan cepat menyebar dan menuai berbagai reaksi dari warganet.
Banyak pihak mempertanyakan standar pengawasan kualitas bahan pangan dalam program MBG yang seharusnya mengutamakan nilai gizi dan keamanan konsumsi bagi peserta didik.
Meski terdapat perbedaan angka sekolah dalam keterangan video dan unggahan lokasi yang menyebut SD Negeri 34 Ampenan, informasi tersebut tetap memicu perhatian luas dari masyarakat.
Unggahan itu dengan cepat menyebar dan menuai berbagai reaksi dari warganet.
Banyak pihak mempertanyakan standar pengawasan kualitas bahan pangan dalam program MBG yang seharusnya mengutamakan nilai gizi dan keamanan konsumsi bagi peserta didik.
Baca Juga: Anggaran MBG Berasal dari Mana? Tepis Tuduhan Hamburkan Uang untuk MBG, Prabowo Jelaskan Asal Biaya Program Pemerintahannya
Apel yang terlihat dalam video menunjukkan kondisi daging buah yang kecokelatan dan berlendir, indikasi kuat bahwa buah tersebut tidak segar dan tidak layak dikonsumsi.
Sebagaimana diketahui, program MBG dirancang untuk meningkatkan asupan nutrisi siswa guna mendukung pertumbuhan dan konsentrasi belajar.
Namun, munculnya dugaan apel busuk jadi menu MBG justru menimbulkan kekhawatiran baru terkait implementasi di lapangan.
Apel yang terlihat dalam video menunjukkan kondisi daging buah yang kecokelatan dan berlendir, indikasi kuat bahwa buah tersebut tidak segar dan tidak layak dikonsumsi.
Sebagaimana diketahui, program MBG dirancang untuk meningkatkan asupan nutrisi siswa guna mendukung pertumbuhan dan konsentrasi belajar.
Namun, munculnya dugaan apel busuk jadi menu MBG justru menimbulkan kekhawatiran baru terkait implementasi di lapangan.
Baca Juga: Ratusan Siswa SMK HKBP Sidikalang Diduga Keracunan Usai Konsumsi Menu MBG, Puluhan Dirujuk ke Rumah Sakit
Secara umum, apel yang layak konsumsi memiliki tekstur renyah, warna daging cerah, dan aroma segar. Perubahan warna menjadi cokelat gelap disertai tekstur lembek dapat menjadi tanda oksidasi berlebihan atau pembusukan mikrobiologis.
Kejadian ini mendorong perlunya evaluasi menyeluruh terhadap sistem distribusi dan pengawasan bahan makanan dalam program MBG.
Mulai dari proses pengadaan, penyimpanan, hingga distribusi ke sekolah, seluruh tahapan harus diawasi secara ketat. Standar operasional prosedur (SOP) terkait seleksi bahan pangan segar seharusnya menjadi acuan utama dalam implementasi program.***
Secara umum, apel yang layak konsumsi memiliki tekstur renyah, warna daging cerah, dan aroma segar. Perubahan warna menjadi cokelat gelap disertai tekstur lembek dapat menjadi tanda oksidasi berlebihan atau pembusukan mikrobiologis.
Kejadian ini mendorong perlunya evaluasi menyeluruh terhadap sistem distribusi dan pengawasan bahan makanan dalam program MBG.
Mulai dari proses pengadaan, penyimpanan, hingga distribusi ke sekolah, seluruh tahapan harus diawasi secara ketat. Standar operasional prosedur (SOP) terkait seleksi bahan pangan segar seharusnya menjadi acuan utama dalam implementasi program.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara. Di sini. KLIK DI SINI!