news

Viral Menu MBG di SDN Kampung Pajak, Siswa Dapat Telur Setengah Matang dan Tuai Sorotan

Sabtu, 14 Februari 2026 | 09:00 WIB
Guru SDN Kampung Pajak memperlihatkan telur yang diduga masih setengah matang dalam program MBG. (X/kenhans03)

SketsaNusantara.id - Sebuah video yang beredar di media sosial menyoroti menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di salah satu sekolah dasar di Kabupaten Labuhanbatu Utara, Sumatera Utara.

Video tersebut memperlihatkan sejumlah siswa menerima telur yang disebut masih dalam kondisi setengah matang.

Dilansir SketsaNusantara.id dari unggahan akun X @kenhans03 disebutkan, menu MNG di SDN Kampung Pajak, Kecamatan Na IX-X, Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura) pada Jumat, 13 Februari 2026 tampak sejumlah siswa mendapatkan sebutir telur yang kondisinya masih setengah matang.”

Baca Juga: Anggaran MBG Berasal dari Mana? Tepis Tuduhan Hamburkan Uang untuk MBG, Prabowo Jelaskan Asal Biaya Program Pemerintahannya

Berdasarkan rekaman video yang beredar, terlihat beberapa siswa berseragam sekolah dasar berdiri di area luar sekolah.

Salah satu siswa memegang telur yang tampak belum matang sempurna. Di bagian bawah video, terdapat keterangan yang menyinggung program Makan Bergizi Gratis serta kondisi telur yang dibagikan.

Video tersebut juga memperlihatkan telur yang dipecahkan, dengan bagian kuning telur terlihat masih cair.

Baca Juga: Ratusan Siswa SMK HKBP Sidikalang Diduga Keracunan Usai Konsumsi Menu MBG, Puluhan Dirujuk ke Rumah Sakit

Program Makan Bergizi Gratis atau MBG bertujuan untuk mendukung pemenuhan gizi anak sekolah. Namun, dalam kasus ini, kualitas makanan yang dibagikan menjadi perhatian.

Dalam keterangan disebutkan secara lugas bahwa tampak sejumlah siswa mendapatkan sebutir telur yang kondisinya masih setengah matang.

Telur yang tidak matang sempurna dapat menimbulkan pertanyaan terkait standar pengolahan dan keamanan pangan.

Baca Juga: Orang Tua Salah Satu Siswa SD di Jember Spill Menu MBG, Netizen Soroti Anggarannya: dari yang Rp15 Ribu Jadi...

Telur setengah matang berpotensi mengandung bakteri jika tidak diproses dengan benar. Oleh karena itu, penyajian makanan bagi anak-anak sekolah harus memenuhi standar higienitas dan kematangan yang memadai demi menjaga kesehatan mereka.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa distribusi makanan di lingkungan sekolah memerlukan pengawasan ketat.

Halaman:

Tags

Terkini