“Yuk, bantu kawal bareng-bareng! Ada para tretan yang rumahnya dekat lokasi atau baru saja lewat sana? Gimana pantauan terbarunya?” tulis akun tersebut, mengajak warga sekitar untuk berbagi informasi terkini.
Ajakan tersebut mencerminkan peran aktif masyarakat dalam pengawasan lingkungan dan infrastruktur publik. Partisipasi warga dinilai penting sebagai bagian dari sistem peringatan dini, terutama dalam kondisi cuaca ekstrem yang berpotensi mempercepat terjadinya longsor.
Akun @infoprobolinggo juga menyampaikan harapan agar aduan tersebut segera mendapat perhatian dari pihak berwenang.
“Semoga segera ada penanganan dari pihak @pasprojalan_tol (atau pihak pengelola terkait) demi keamanan bersama,” tulisnya.
Pernyataan ini menegaskan harapan publik agar pengelola jalan tol maupun instansi terkait segera melakukan pengecekan lapangan dan langkah mitigasi.
Fenomena ini menegaskan bahwa media sosial kini menjadi salah satu sarana utama masyarakat dalam menyampaikan aduan publik, terutama ketika jalur pelaporan resmi belum diketahui secara luas.
Kecepatan penyebaran informasi di media sosial kerap menjadi pemicu awal bagi pihak terkait untuk turun tangan.
Hingga artikel ini disusun, belum ada pernyataan resmi dari pihak pengelola tol terkait kondisi tersebut. Namun, publik berharap laporan ini dapat segera ditindaklanjuti melalui pengecekan lapangan dan langkah penanganan yang terukur.
Kasus ini menunjukkan bahwa kepedulian warga terhadap lingkungan sekitar memiliki peran besar dalam menjaga keselamatan bersama. Dengan adanya laporan terbuka dan dukungan publik, diharapkan potensi bahaya dapat dicegah sebelum berubah menjadi bencana.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara. Di sini. KLIK DI SINI!