SketsaNusantara.id - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, resmi mengumumkan sejumlah kebijakan pemerintah jelang idul Fitri 2026.
Selain pemberlakuan tarif moda transportasi, pemerintah juga melakukan penyaluran paket bantuan pangan jumbo untuk jutaan keluarga di Indonesia.
"Kemudian terkait dengan bantuan pangan untuk memperluas saya beli dan memperkuat dari sisi demand side, pemerintah juga menyalurkan bantuan pangan," ungkap Airlangga Hartarto.
Baca Juga: Demi Dapatkan Harga Sembako Murah, Warga Takengon, Aceh Tengah Rela Jalan Kaki 5 Jam Setiap Hari
Lebih jauh Hartarto menyebut bahwa langkah ini diambil sebagai bagian dari stimulus ekonomi kuartal I-2026 guna menjaga stabilitas harga pangan dan memperkuat daya beli masyarakat di tengah momentum bulan suci Ramadan dan hari raya Idulfitri 1447 H.
Pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp11,92 triliun khusus untuk program bantuan pangan ini, yang merupakan bagian dari paket stimulus ekonomi yang lebih luas senilai Rp12,83 triliun.
"Ini akan mulai disalurkan pada Bulan Ramadhan atau Februari," imbuhnya.
Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, cakupan penerima bantuan kali ini diperluas secara signifikan.
Pemerintah menargetkan masyarakat yang berada pada kelompok kesejahteraan rendah.
Pemerintah menargetkan penerima bantuan ini sejumlah 35,04 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
Sedangkan kriteria penerima adalah keluarga yang masuk dalam kategori Desil 1 sampai Desil 4 atau kelompok 40% masyarakat dengan tingkat kesejahteraan terendah.
Tujuan dari program ini menurut Airlangga adalah memperluas perlindungan sosial agar menyentuh lapisan masyarakat yang paling rentan terhadap fluktuasi harga bahan pokok.
Setiap keluarga akan menerima paket komoditas pangan yang lebih lengkap dibandingkan periode sebelumnya yakni: