Penganugerahan gelar kehormatan kepada Megawati menunjukkan keterbukaan dan apresiasi PNU terhadap tokoh global yang dinilai berjasa dalam memperjuangkan nilai-nilai universal.
Puan Maharani menegaskan bahwa gelar Doktor Kehormatan tersebut diberikan atas dedikasi Megawati dalam memperjuangkan demokrasi, nilai-nilai kemanusiaan, serta pemberdayaan perempuan.
Rekam jejak Megawati sebagai presiden perempuan pertama di Indonesia dinilai memiliki makna simbolik yang kuat, baik di tingkat nasional maupun internasional.
“Atas dedikasi dan perjuangannya dalam memperjuangkan demokrasi, nilai-nilai kemanusiaan, serta pemberdayaan perempuan,” tulis Puan, menggambarkan alasan utama di balik penganugerahan tersebut.
Sebagai Presiden RI periode 2001–2004, Megawati dikenal sebagai sosok yang membawa stabilitas politik di masa transisi demokrasi.
Selain itu, kiprahnya sebagai Ketua Umum PDI Perjuangan juga menempatkannya sebagai salah satu tokoh perempuan paling berpengaruh dalam politik Indonesia hingga saat ini.
Penganugerahan gelar kehormatan ini juga memiliki makna diplomatik yang kuat.
Hubungan antara Indonesia dan Arab Saudi tidak hanya terjalin dalam aspek keagamaan dan ekonomi, tetapi juga pendidikan dan pertukaran nilai-nilai global.
Kehadiran Megawati di Riyadh dan penerimaan gelar tersebut mencerminkan eratnya hubungan kedua negara di tingkat strategis dan simbolik.
Dalam unggahannya, Puan Maharani juga menekankan bahwa penghargaan ini merupakan kebanggaan nasional.
“Sebuah kehormatan besar untuk Indonesia…,” tulisnya, disertai dengan simbol bendera Merah Putih.
Ungkapan tersebut menegaskan bahwa pencapaian Megawati tidak hanya bersifat personal, melainkan membawa nama baik bangsa Indonesia di mata dunia.
Pengakuan dari institusi pendidikan terkemuka di Arab Saudi menjadi bukti bahwa kontribusi tokoh Indonesia diakui lintas budaya dan negara.
Gelar Doktor Kehormatan atau Doctor Honoris Causa sendiri merupakan penghargaan akademik tertinggi yang diberikan kepada individu yang dinilai memiliki jasa luar biasa di bidang tertentu, meskipun tidak menempuh jalur akademik formal di institusi pemberi gelar.
Dalam konteks ini, Megawati dinilai layak menerima penghargaan tersebut atas kontribusinya dalam kepemimpinan, demokrasi, dan advokasi peran perempuan.***