Lebih lanjut, Daryono juga memaparkan terkait historis Pacitan yang memiliki rekam jejak tsunami sejak ratusan tahun silam.
Menurutnya, wilayah Pacitan yang secara geografis memiliki banyak teluk dan pantai sempit dapat memperkuat amplitudo gelombang tsunami jika terjadi gempa bumi dengan magnitudo besar.
"Pacitan sering muncul dalam tsunami historis karena berhadapan dengan megathrust Jawa dan banyak teluk serta pantai sempit sehingga menaikkan amplifikasi gelombang," kata Daryono.
"Pacitan diduga berada di atas segmen slab landai, sehingga kapling subduksi kuat dan Tsunami terjadi pada gempa besar seperti catatan tsunami yang terjadi tahun 1859 & 1840 setelah terjadi gempa besar di zona subduksi selatan Pulau Jawa," ujarnya.
BMKG juga menyoroti adanya dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa. Dalam video yang diunggah di akun X Daryono, tampak sejumlah rumah warga di Pacitan, Wonogiri hingga Bantul dan Sleman mengalami kerusakan ringan hingga berat.
Menilik dari akun resmi BMKG, tercatat sudah terjadi gempa susulan (afterschock) hingga pukul 10:26 WIB pagi tadi dengan magnitudo di bawah 5,0 SR.
BMKG mencatat gempa susulan pertama berkekuatan magnitudo 3,7 SR pada pukul 01:11 WIB dengan pusat gempa di laut sekitar 73 kilometer sebelah tenggara Pacitan, Jawa Timur, dengan kedalaman 19 kilometer.
Tak berselang lama, gempa susulan kedua terjadi pada pukul 01:16 WIB dengan magnitudo 2,8 SR berpusat di laut sekitar 79 kilometer sebelah tenggara Pacitan, Jawa Timur, dengan kedalaman 18 kilometer.
Baca Juga: Sekolah Berjarak 100 Meter dari Pantai, SMPN 3 Puger Jember Latih Siswa Hadapi Gempa dan Tsunami
Terbaru, gempa terjadi pada pukul 09:17 WIB dengan magnitudo 2,2 SR yang berpusat di Barat Daya Pacitan dengan kedalaman 31 km.
Tak lama kemudian BMKG tercatat terjadinya gempa susulan magnitudo 2,5 SR pada pukul 10:26 WIB, berpusat di laut tenggara Pacitan dengan kedalaman 17 km.
BMKG menghimbau masyarakat untuk tidak panik, namun tetap waspada akan terjadinya gempa susulan.
Masyarakat juga diminta untuk tidak percaya dengan beredarnya rumor yang belum tentu jelas kebenarannya dan memverifikasi informasi langsung dari media sosial maupun situs resmi BMKG.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini