Dadan menduga banyaknya mitra yang tertarik bekerjasama dalam program MBG ini menjadi salah satu hal yang menarik bagi asing.
"Di mana pelaksanaan MBG bisa melibatkan demikian banyak mitra, dan bisa berjalan demikian cepat. Saya kira itu menjadi kajian yang cukup menarik bagi mereka," ungkapnya.
Terlebih menurutnya, MBG bukan hanya menjadi program pencegahan stunting. Namun juga menggerakkan roda ekonomi masyarakat.
Bahkan kata Dadan, dampak ini bukan hanya dirasakan bagi mereka yang bergerak di bidang fnb, namun juga bidang lain yang berikatan.
"Sebagai contoh, ternyata entrepreneur atau wirausaha yang bergerak di bidang sabun ini banyak sekali sekarang karena kebutuhan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) itu banyak,"
"Satu hari membutuhkan kurang lebih 25 liter sabun, jadi banyak sekali wirausahawan baru di Indonesia yang bergerak untuk memproduksi sabun yang diuntungkan karena program ini," tandasnya.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!