Sementara di Kecamatan Rambipuji, ada sejumlah 2 rumah terendam lumpur sedalam 40 cm serta adanya hambatan aliran sungai akibat barongan bambu yang tumbang.
Baca Juga: Libur Panjang Isra Mi’raj, BPBD Jember Perketat Pengamanan di Destinasi Wisata
"Sebanyak 30 jiwa kini telah diungsikan ke tempat yang lebih aman. Keluarga korban yang hilang juga sudah kami pindahkan ke rumah kerabat mereka untuk mendapatkan pendampingan," tambahnya.
BPBD Jember bersama berbagai unsur relawan seperti Tagana, MDMC, PMI, hingga Baret Rescue telah diterjunkan ke lokasi sejak malam kejadian. Meski terkendala padamnya aliran listrik, koordinasi di lapangan terus dilakukan.
Edy menegaskan bahwa prioritas utama pada Selasa pagi adalah operasi pencarian korban (SAR) dan pembersihan akses jalan dari material lumpur.
"Kami telah berkoordinasi dengan Dinas Sosial untuk aktivasi dapur umum dan Dinas Kesehatan guna memberikan layanan medis di lokasi pengungsian,” imbuhnya.
“Besok pagi, fokus utama kami adalah menyisir aliran sungai untuk mencari korban hilang serta melakukan kerja bakti massal bersama warga," pungkas Edy.
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada mengingat peringatan cuaca ekstrem di wilayah Jawa Timur diprediksi masih akan berlangsung hingga 10 Februari mendatang.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI