SketsaNusantara.id - Kesiapsiagaan menghadapi situasi darurat mulai ditanamkan sejak usia sekolah. Pendidikan dasar menjadi fondasi penting bagi pelajar. Keterampilan pertolongan pertama dinilai krusial dalam kehidupan sehari-hari.
Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan pendidikan dasar pertolongan pertama. Kegiatan melibatkan pelajar tingkat sekolah menengah pertama. Pelatihan dilaksanakan langsung di lingkungan Palang Merah Indonesia.
Sebanyak 21 pelajar Palang Merah Remaja Madya SMP Negeri 9 Jember mengikuti Pendidikan Dasar Pertolongan Pertama.
Kegiatan berlangsung pada Minggu, 1 Februari 2026. Lokasi pelatihan dipusatkan di Markas PMI Kabupaten Jember.
Pelatihan ini bertujuan membekali siswa dengan kemampuan medis dasar. Materi difokuskan pada penanganan awal kondisi darurat. Keterampilan tersebut diperlukan sebelum bantuan profesional datang.
Selama kegiatan, peserta menerima pelatihan secara intensif. Tahapan pertama adalah penilaian kondisi korban.
Peserta diajarkan mengidentifikasi kondisi fatal secara cepat dan tepat.
Materi berikutnya adalah penanganan cedera. Peserta mempelajari teknik pertolongan pertama pada luka. Latihan juga mencakup gangguan medis ringan yang sering terjadi.
Tahap selanjutnya adalah proses evakuasi korban. Peserta dilatih memindahkan korban dengan aman. Teknik ini penting agar cedera tidak bertambah parah.
Ketua PMR Madya SMPN 9 Jember, Hafizah, menyampaikan pentingnya pelatihan tersebut. Ia menilai keterampilan ini dibutuhkan dalam aktivitas sehari-hari.
"Kami berharap pendidikan ini memberikan dampak besar bagi teman-teman agar paham pentingnya pertolongan pertama dalam keseharian," ujarnya.
Pendidikan pertolongan pertama menjadi langkah preventif PMI. Tujuannya meminimalisir risiko fatalitas kecelakaan. Lingkungan sekolah dan rumah menjadi fokus utama.
Kegiatan ini juga sejalan dengan misi kemanusiaan PMI. Pelajar dipersiapkan sebagai relawan muda. Nilai kepedulian ditanamkan melalui praktik langsung.