news

Jember Targetkan Putus Rantai Kemiskinan Lewat Satgas Khusus dan Integrasi Program MBG

Sabtu, 31 Januari 2026 | 19:24 WIB
Bupati Jember Gus Fawait saat menyampaikan paparan. (M Purnomo/SketsaNusantara.id)

SketsaNusantara.id – Menghadapi rapor merah kemiskinan di wilayahnya, Bupati Jember, Gus Fawait, resmi meluncurkan inisiatif strategis berupa pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Pengetasan Kemiskinan dan Makan Bergizi Gratis (MBG).

Langkah ini dirancang khusus untuk mengintervensi tingginya angka kemiskinan ekstrem serta masalah stunting yang telah lama membayangi Kabupaten Jember.

Berdasarkan data satu dasawarsa terakhir, Jember mencatatkan angka kemiskinan absolut tertinggi kedua di Jawa Timur. Lebih memprihatinkan lagi, angka kemiskinan ekstrem di kabupaten ini berada di urutan pertama se-provinsi.

Baca Juga: Bentuk Satgas Khusus, Bupati Gus Fawait: Strategi Baru Tekan Risiko Banjir Tahunan

Fakta inilah yang mendorong Gus Fawait untuk mengambil langkah luar biasa di luar kebijakan rutin pemerintahan.

"Penyelesaian kemiskinan sistemik tidak bisa hanya ditumpukan pada satu instansi saja. Kita butuh kolaborasi lintas sektor yang solid dan keluar dari ego sektoral," tegas Gus Fawait.

Salah satu keunggulan dari Satgas ini adalah integrasinya dengan program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG).

Baca Juga: Jember Raih Penghargaan UHC Madya 2026: Bukti Nyata Kepedulian Gus Fawait pada Kesehatan Rakyat

Jember diprediksi akan menjadi daerah dengan jumlah dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terbanyak di Indonesia.

“Proyeksi perputaran ekonomi dari program MBG di Jember pun tak main-main, yakni mencapai Rp4 triliun per tahun,” imbuhnya.

Gus Fawait meyakini bahwa jika seluruh rantai pasok dapur MBG menggunakan komoditas lokal, maka program ini akan menjadi motor penggerak ekonomi yang efektif untuk menekan angka kemiskinan dan meningkatkan kesehatan masyarakat.

Baca Juga: Ciptakan Pelayanan Kesehatan Prima di Jember, Bupati Jember Gus Fawait Dorong Evaluasi Kinerja Faskes

Struktur Satgas ini dipimpin oleh Akhmad Helmi Luqman, yang menjabat sebagai Pj. Sekda sekaligus Kepala Dinas Sosial. Kekuatan operasionalnya didukung oleh 1.200 tenaga kesehatan (nakes) yang akan terjun langsung ke akar rumput.

Beberapa agenda prioritas yang akan segera dilaksanakan antara lain pemeriksaan kesehatan door-to-door bagi warga dengan penyakit kronis dan pendampingan khusus bagi penyandang disabilitas.

Halaman:

Tags

Terkini